Asuransi Jiwa Tidak Diperlukan, Jika Memenuhi 6 Persyaratan Ini

Asuransi Jiwa Tidak Diperlukan, Jika Memenuhi 6 Persyaratan Ini!

37 views

Asuransi Jiwa Tidak Diperlukan, Jika Memenuhi 6 Persyaratan Ini!

Menjadi seorang kepala keluarga dengan tanggungan yang banyak, seperti harus menghidupi seorang istri dan anak, maka memiliki asuransi jiwa adalah hal yang sangat penting sekali. Asuransi jiwa perlu diperhitungkan untuk menjamin masa depan anak dan keluarga bila terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan agar tidak sampai menyusahkan keluarga.

Karena saat Anda tidak memiliki asuransi jiwa, maka saat terjadi hal buruk membuat keluarga menjadi kerepotan untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari sampai jaminan untuk masa depan anak. Maka dari itu beberapa orang terkadang memilih untuk membeli produk asuransi jiwa. Saat memiliki asuransi jiwa, maka uang pertanggungan ketika meninggal dunia akan menjadi bantuan untuk keluarga dan ahli waris sebagai pembiayaan hidup.

Tanggungan tersebut meliputi biaya untuk pendidikan anak, dll. Namun meski terlihat penting, ada beberapa hal yang membuat seseorang tidak perlu membeli produk asuransi jiwa. Sehingga mereka tidak perlu membayar biaya premi hingga berlipat-lipat untuk membeli produk asuransi jiwa.

6 Kondisi yang Membuat Asuransi Jiwa Tidak Wajib

Siapa saja boleh tidak memiliki asuransi jiwa asalkan kondisi keuangannya memadai atau lebih dari cukup. Di bawah ini adalah 6 kondisi utama yang membuat seseorang tidak perlu membeli produk asuransi jiwa karena keuangannya lebih dari cukup, antara lain:

  • #1. Punya Aset dan Harta Melimpah

Pada dasarnya tujuan utama dibuatnya asuransi jiwa adalah untuk menggantikan risiko finansial bila terjadi hal buruk yang tidak diinginkan. Jadi misalnya saja pemegang polisnya meninggal dunia, maka manfaatnya bisa diserahkan kepada ahli waris. Namun bila dari awal Anda sudah mempunyai harta dan aset yang melimpah, maka asuransi jiwa tidak wajib dimiliki.

Misalnya saja Anda punya saldo deposito yang besar, maka itu bisa dimanfaatkan oleh keluarga kedepannya. Namun sebaiknya pastikan agar besaran depositonya sebanding dengan penghasilan tahunan Anda. Sehingga saat terjadi sesuatu, masih ada bunga deposito yang bisa dijadikan sebagai pengganti penghasilan bulanan untuk keluarga.

Waspada! Inilah 5 Modus Penipuan di ATM Paling Ramai

Maka dari itu tentukan besaran deposito sejak dini. Pastikan bisa memanfaatkannya dengan maksimal. Setidaknya cari produk deposito yang mudah sehingga tidak menyulitkan ahli warisnya ketika ingin mencairkan dana.

  • #2. Aset dan Hartanya Bersifat Likuid

Jenis harta dan aset yang dimiliki harus bersifat likuid. Jadi mudah diuangkan sewaktu-waktu saat dibutuhkan. Misalnya saja seperti logam mulia (emas). Investasi seperti ini mudah dicairkan kapan saja. Selain itu, bila Anda memiliki aset tersebut, pastikan semua suratnya harus resmi supaya tidak mengurangi nilai asetnya kedepannya.

Contoh lain selain aset logam mulia adalah kepemilikan saham, reksadana, valuta asing atau valas. Semuanya bisa diuangkan dengan mudah kapan saja. Cukup ikuti peraturan yang berlaku, kemudian penuhi persyaratannya, maka pihak bank langsung mencairkan dana aset tersebut dengan mudah dan cepat.

Bahkan proses pencairannya tersebut dapat ditunggu di hari yang sama. Sehingga hal ini akan sangat membantu kondisi perekonomian keluarga yang ditinggalkan. Karena mereka masih memiliki jaminan hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membayar biaya pendidikan anak demi masa depannya.

  • #3. Memiliki Anak yang Sudah Mandiri (Dewasa)

Bila anak sudah dewasa dan bisa hidup mandiri, maka memiliki asuransi jiwa hukumnya tidak wajib. Anda tidak perlu memprioritaskan asuransi tersebut karena keberadaan anak bukan tanggungan yang berarti. Lagipula ketentuan dari produk asuransi jiwa umumnya hanya memberikan fasilitas tanggungan anak tidak lebih dari usia 23 tahun.

Maka dari itu bila anak Anda sudah mendekati batasan usia yang ditentukan, sebaiknya jangan mengikuti program asuransi jiwa. Karena sudah pasti manfaat yang didapatkan tidak akan bisa maksimal seperti yang diharapkan. Namun bila Anda masih tertarik dengan produknya, pilih saja kontrak perlindungan berdasarkan usia anak paling tua mandiri.

Cara Aman agar Nomor PIN Bebas dari Pembobolan

Misalnya saja usianya 15 tahun, maka ambil produk asuransi dalam jangka waktu 8 hingga 10 tahun saja. Intinya tetap sesuaikan dengan kebutuhan keuangan keluarga Anda. Karena setiap keluarga pasti punya masalah yang tidak sama, sehingga jenis investasi yang harus disiapkan juga berbeda.

  • #4. Memiliki Rumah & Mobil Lebih dari Cukup

Meski rumah dan mobil termasuk aset yang sulit dicairkan, namun harga properti itu selalu mengalami peningkatan setiap tahun. Meski mobil tidak mengalami kenaikan, namun tetap saja kendaraan beroda 4 ini bisa dijadikan sebagai bekal masa depan anak Anda. Maka dari itu tidak ada salahnya melakukan investasi dibidang properti.

Anda bisa menjadikannya sebagai bahan pengganti asuransi jiwa. Hanya saja sebaiknya belilah properti dengan menggunakan uang tunai. Sehingga keluarga Anda tidak akan merasa terbebani dengan angsuran kredit rumah yang harus dibayar setiap bulan. Karena bila Anda membelinya secara kredit, tentunya ini hanya membebani keluarga saja.

Maka dari itu bila sebelumnya Anda sudah memiliki banyak rumah dan mobil lebih dari cukup, maka Anda tidak diwajibkan mengikuti asuransi jiwa. Karena Anda masih memiliki aset yang dapat diuangkan ketika keluarga sedang membutuhkan dana untuk hidup.

  • #5. Memiliki Bisnis yang Bisa Diwariskan

Meninggalkan bisnis atau usaha untuk keluarga itu penting sekali bila Anda memang tidak ingin mengikuti program asuransi jiwa. Misalnya Anda memiliki usaha bisnis minimarket (franchise), artinya Anda termasuk orang yang mapan. Karena bisa memberikan warisan berbentuk usaha yang dapat dilanjutkan oleh keluarga.

Selama bisnis tersebut dikontrol dan dikelola dengan baik, maka hal tersebut akan berhasil mengganti besaran penghasilan Anda yang hilang. Namun sebelum memilih bisnis franchise, sebaiknya cek dulu soal persyaratan pengalihan kepemilikan bisnis terhadap ahli waris. Semuanya harus jelas dan tidak merepotkan.

Karena bila ternyata merepotkan, hal ini hanya akan menimbulkan terjadinya perselisihan saja. Karena proses administrasinya rumit. Maka dari itu perhatikan bagian ini dengan baik bila Anda tidak ingin membeli produk asuransi jiwa.

  • #6. Punya Jaminan Pensiun dari Kantor

Beberapa perusahaan biasanya memberi fasilitas dana pensiun kepada para karyawannya yang dapat diteruskan kepada ahli warisnya. Maka dari itu bila Anda sekarang sedang bekerja di perusahaan seperti itu, berbahagialah! Karena masa depan keluarga akan terjamin dengan baik.

Nah itu tadi adalah 6 kriteria yang harus dipenuhi bila tidak ingin menggunakan produk asuransi jiwa. Bila Anda memenuhi kriteria di atas, maka sah-sah saja bila tidak punya asuransi jiwa. Karena Anda hanya perlu mengelola aset dengan baik agar hasilnya lebih maksimal. Dengan begitu bila terjadi hal buruk yang tidak diinginkan, masih ada jaminan hidup (keuangan) untuk keluarga serta masa depan anak.

Jadi semuanya ada di tangan Anda! Bila Anda sudah memenuhi 6 kriteria di atas sepenuhnya, maka memproteksi diri menggunakan asuransi jiwa bukan hal yang wajib. Karena hal tersebut bisa menjadi pemborosan. Maka dari itu perhatikan kondisi finansial Anda sebelum memutuskan untuk mengikuti program asuransi jiwa atau tidak.

Seandainya Anak Meninggal, Bagaimana Nasib Asuransi Pendidikan?