Rasio Keuangan

Begini Cara Analisa Rasio Keuangan yang Benar

0 views

Dalam dunia perusahaan, ditemukan berbagai macam istilah salah satunya ialah analisis rasio keuangan. Apa sih analisis rasio keuangan? Analisis rasio keuangan adalah sebuah bentuk analisis yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan yang didasarkan pada data berupa perbandingan yang ditulis di laporan neraca, laba atau rugi, dan arus kas dalam satu periode tertentu di perusahaan. Nama lain dari analisis rasio keuangan bisa juga disebut dengan analisis laporan keuangan. Pada artikel ini, membahas tentang pengertian, fungsi, jenis-jenis, dan cara analisis rasio keuangan yang benar.

Selain ditujukan kepada manajemen, analisis rasio keuangan di suatu perusahaan juga ditujukan kepada investor. Ditujukan kepada investor memiliki fungsi sebagai penilaian perusahaan, untuk pantas dan tidak pantasnya memperoleh suntikkan berupa investasi. Selain fungsi tersebut, setidaknya ada 5 (lima) fungsi lain dari analisis rasio keuangan. Berikut beberapa fungsi di antaranya:

5 Fungsi Analisis Rasio Keuangan

  1. Digunakan sebagai analisis kekuatan kekuatan internal dan kemampuan daya saing perusahaan dengan kompetitor lain
  2. Digunakan untuk bahan referensi audit internal perusahaan, mulai dari sektor keuangan, operasional, dan sektor lainnya
  3. Menjadi bahan penilaian efektivitas perusahaan dalam upaya membangun keunggulan yang kompetitif
  4. Sebagai bahan pertimbangan oleh kreditur
  5. Menjadi dasar investor memilih sebuah perusahaan

4 Jenis Rasio Keuangan dan Cara Analisis Keuangan yang Benar

Rasio Likuiditas

Pada rasio Likuiditas digambarkan kemampuan sebuah perusahaan dalam upaya melunaskan seluruh utang perusahaan jangka pendek. Selain itu, rasio ini menjadi perbandingan yang bisa memperlihatkan kemampuan perusahaan pada saat memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendek. Rasio Likuiditas dibagi menjadi beberapa jenis, tergantung perbandingan kondisi aktiva dan kewajiban suatu perusahaan. Jenis rasio ini di antaranya: current ratio, quick ratio, dan cash ratio.

1. Current Ratio

Pada analisis ini, memberikan informasi mengenai kemampuan aktiva dalam menutup utang lancar sehingga digunakan perbandingan aktiva lancar dan utang lancar. Aktiva lancar seperti kas, piutang dagang, persediaan, dan lain-lainnya. Sedangkan utang lancar di antaranya utang gaji, utang dagang, utang bank, dan lain-lainnya. Adapun yang menjadi tujuan dari rasio ini ialah mengukur kemampuan sebuah perusahaan dalam rangka membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang akan jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia. Cara menghitung rasio current ratio= (Aktiva Lancar : Utang Lancar) x 100%

2. Quick Ratio

Dalam analisis ini, memberikan informasi mengenai kemampuan sebuah perusahaan dalam rangka memenuhi kewajiban jangka pendek dengan cara mengurangi aktiva lancar dengan persediaan. Aktiva lancar di sini lebih terfokus menggunakan komponen yang lebih likuid. Rasio ini mengukur kemampuan usaha jangka pendek menggunakan aktiva yang lebih mudah cair. Cara menghitung rasio Quick Ratio= [(aktiva lancar – persediaan) : utang lancar] x 100%

3. Cash Ratio

Berdasarkan analisis ini, memberikan informasi mengenai kemampuan sebuah perusahaan dalam rangka melunasi utang lancar dengan cara melakukan perbandingan antara kas dan aktiva lancar yang bisa segera menjadi uang kas dengan utang lancar. Rasio ini digunakan mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang ada dan surat berharga. Cara menghitung rasio Cash Ratio= [(kas + setara kas) – utang lancar] x 100%

Rasio Solvabilitas

Pada rasio ini, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam rangka melunasi utang baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dilikuidasi. Rasio Solvabilitas dengan nama lain leverage ratio ini menjadi rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan sebuah perusahaan atas pelunasan utang dan seluruh kewajibannya dengan menggunakan jaminan modal ataupun aktiva (harta kekayaan dalam bentuk apa saja) yang dimiliki baik jangka panjang maupun jangka pendek.

Rasio Solvabilitas ini mempunyai 2 jenis yang berbeda. Cara menghitung rasio Solvabilitas:

  • Total Debt to Total Asset Ratio

Pada analisis ini, digunakan untuk mengukur persentase besar dana yang berasal dari utang, baik utang jangka pendek ataupun jangka panjang. Cara menghitung Debt to Total Asset Ratio= (total utang : total aktiva) x 100%

  • Debt to Equity Ratio

Dalam analisis ini, digunakan untuk mengukur persentase antara utang dan modal yang dimiliki oleh perusahaan. Cara menghitung Debt to Equity Ratio= (total utang : modal) x 100%

Rasio Rentabilitas

Pada rasio Rentabilitas ini untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba yang diinginkan oleh perusahaan. Selain itu, rasio ini biasanya dijadikan patokan untuk mengetahui keberlangsungan bisnis perusahaan. Rasio Rentabilitas mempunyai 5 (lima) jenis yang berbeda.

1. Groos Profit Margin

Pada analisis ini, menunjukkan laba kotor yang dicapai setiap penjualan. Cara menghitung Groos Profit Margin= (laba kotor : penjualan bersih) x 100%

2. Profit Margin

Dalam analisis ini, digunakan untuk menghitung sejauh mana perusahaan bisa menghasilkan keuntungan bersih pada tingkat penjualan tertentu. Lebih lanjut, profit ini bisa memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam menekan biaya pada periode tertentu. Cara menghitung Profit Margin= (laba bersih : penjualan) x 100%

3. Return on Assets

Berdasarkan analisis ini, menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dengan seluruh aktiva yang dipunyai. Cara menghitung Return on Assets= (laba sebelum bunga dan pajak : total aktiva) x 100%

4. Net Profit Margin

Di analisis ini, mengukurkan bagaimana laba bersih yang sudah dihasilkan dalam setiap penjualan (dalam rupiah atau mata uang lain yang digunakan) dan efisiensi. Cara menghitung Net Profit Margin= (laba bersih sesudah pajak : penjualan bersih) x 100%

5. Return on Investment (ROI)

Yang terakhir, di analisis ini memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang akan digunakan untuk menutup sejumlah investasi yang sudah dikeluarkan. Cara menghitung Return on Investment (ROI)= (laba bersih sesudah pajak : investasi) x 100%.

Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas ialah rasio yang mengukur efektivitas suatu perusahaan guna memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Ada 4 (empat) jenis rasio aktivitas dan juga cara menghitungnya.

1. Perputaran Piutang

Pada analisis ini, mengukur bagaimana kualitas piutang dagang dan efisiensi perusahaan dalam mengumpulkan piutang dan kebijakan kredit yang diberlakukan. Cara menghitung Perputaran Piutang= (penjualan bersih : rata-rata piutang dagang)

2. Perputaran Persediaan

Dalam analisis ini, menerangkan efisiensi perusahaan dalam mengelola dan menjual persediaan yang perusahaan miliki. Cara menghitung Perputaran Persediaan= (harga pokok penjualan : rata-rata persediaan)

3. Perputaran Total Aktiva

Berdasarkan analisis ini, mengukur efektivitas perusahaan saat menggunakan total aktiva yang dimiliki perusahaan. Cara menghitung Perputaran Total Aktiva= (penjualan : total aktiva)

4. Perputaran Aktiva Tetap

Terakhir, analisis ini memperlihatkan sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva tetapnya. Cara menghitung Perputaran Aktiva Tetap= (penjualan : aktiva tetap)

Dengan demikian, rasio keuangan adalah alat yang digunakan untuk menganalisis keuangan suatu perusahaan dalam rangka menilai kinerja perusahaan yang berjalan. Analisis rasio keuangan bisa dilakukan dengan beragam cara berdasarkan tujuan pengukurnya, ada rasio likuiditas, rasio solvabilitas (leverge), rasio rentabilitas, hingga rasio aktivitas.

Begitulah artikel mengenai cara analisis rasio keuangan dengan benar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan dapat membantu Anda, ya!