BPJS Tidak Menanggung Semua Biaya Kanker, Solusinya Disini
kartu BPJS

BPJS Tidak Menanggung Semua Biaya Kanker, Solusinya Disini

31 views

BPJS Tidak Menanggung Semua Biaya Kanker, Solusinya Disini!

Penyakit kanker adalah salah satu penyakit utama yang sangat ditakuti oleh semua orang karena sifatnya sangat mematikan. Sayangnya penyakit ini biasanya baru terlihat dan dirasakan oleh penderita ketika memasuki stadium lanjut. Padahal sebenarnya beberapa tipe kanker tertentu masih dapat dideteksi sejak dini sebelum akhirnya tumbuh dan menyebar ke seluruh tubuh.

Proses untuk mendeteksi penyakit kanker ini bisa dilakukan lewat tahapan tes diagnosa kanker dan screening sejak dini. Dengan melakukan screening, Anda bisa mendeteksi penyakit kanker tertentu sejak dini sehingga penyakit ini bisa segera disembuhkan dengan cepat. Maka dari itu Anda harus tahu jenis tes dan screeningnya ketika ingin mendeteksi kanker sejak dini.

Selain itu, Anda juga harus tahu kapan waktunya menjalani tes, dan apakah tes itu dapat digunakan untuk klaim asuransi kesehatan atau tidak. Untuk memahami seperti apa jenis tesnya dan bagaimana cara mendiagnosa penyakit kanker, maka sebaiknya perhatikan sedikit ulasannya di bawah ini:

Proses Screening Kanker

Bila Anda merasa sedang menderita penyakit kanker, biasanya dokter akan meminta untuk menjalani serangkaian tes darah atau melakukan tes laboratorium yang lainnya. Misalnya saja dengan menganalisis biopsi atau urin di area yang mencurigakan. Sehingga dokter lebih mudah mendiagnosis apakah seseorang sedang terkena penyakit kanker atau tidak.

Namun meski begitu, Anda harus tahu bahwa sebenarnya tes darah ini tidak benar-benar bisa membantu Anda melihat perbedaan dari terkena penyakit kanker atau tidak. Namun hal ini dapat memberikan petunjuk bagi dokter supaya tahu apa yang sedang terjadi dalam tubuh Anda selama ini.

Jadi meski dokter meminta Anda melakukan tes darah supaya tahu tanda-tanda kanker, namun sebenarnya hal tersebut tidak berarti bahwa diagnosis tersebut dilakukan untuk melihat apakah Anda sedang terkena penyakit kanker atau tidak. Karena dalam tes tersebut sebenarnya digunakan untuk sampel.

Selanjutnya sampel tersebut dimanfaatkan untuk membantu dalam menganalisis di laboratorium supaya tahu apakah ada tanda-tanda kanker didalamnya. Dalam sampel tersebut biasanya memperlihatkan sel kanker, protein, atau zat yang lainnya yang diciptakan oleh kanker.

Dari tes darah inilah akan diketahui bagaimana kondisi organ tubuh, apakah bekerja dengan baik atau justru terkena kanker.

BPJS Tidak Menanggung Semua Biaya Kanker, Solusinya Disini
bpjs-kesehatan.go.id

Contoh Tes Darah Diagnosis Kanker

Untuk melakukan tes darah dalam mendiagnosis penyakit kanker itu bisa dilakukan menggunakan 3 tahapan. Namun masing-masing jenis kanker umumnya memiliki jenis tes dan cara deteksi yang tidak sama. Di bawah ini adalah contoh tes darah yang biasa dimanfaatkan untuk mendiagnosis terjadinya penyakit kanker, antara lain:

  1. Complete Blood Count atau tes darah lengkap. Untuk tes yang satu ini digunakan untuk mengukur banyaknya sel darah dari sampel darah tersebut. Umumnya penyakit kanker darah bisa dideteksi sejak dini memakai tes ini. Bila terlalu sedikit atau banyak jenis sel darahnya, maka hal tersebut disebut dengan sel abnormal. Sehingga dari biopsi sumsum tulang inilah dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit kanker darah.
  2. Tes pengujian protein darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari tahu jenis protein yang terdapat dalam darah. Sehingga dari sinilah akan diketahui bagaimana protein sistem imun tubuh, apakah mengalami abnormal atau imunoglobulin yang meningkat atau tidak. Karena hal tersebut sering terjadi pada beberapa orang tertentu.
  3. Tes penanda tumor. Untuk tahapan tes ini menggunakan bahan kimia dari sel tumor untuk mendeteksi apa yang ada dalam darah. Penanda tumor biasanya juga dibuat oleh beberapa sel normal tubuh dan jumlahnya bisa semakin meningkat saat kondisinya non kanker. Dengan tes ini akan diketahui apakah seseorang sedang menderita penyakit prostat, kolorektal, dan kanker payudara.

Cara Mendeteksi Jenis Kanker Sejak Dini 

Ada banyak tipe kanker yang telah menyerang semua orang di dunia, termasuk di Indonesia. Maka dari itu Anda harus mendeteksinya sejak dini supaya terhindar dari penyakit yang mematikan dan sangat fatal ini. Berikut adalah cara mendeteksi kanker berdasarkan jenisnya, antara lain:

  1. Untuk mendeteksi kanker payudara, maka dilakukan proses screening kanker payudara tahunan berupa x-ray of the breast. Idealnya, sebaiknya periksakan diri ketika menginjak usia 45 hingga 54 tahun setiap tahun. Screening yang dilakukan secara rutin akan membuat wanita jauh lebih sehat dan hidup 10 tahun lebih lama.
  2. Untuk mengetahui serangan kanker usus besar, polip, dan rektum, solusinya adalah lakukan tes colonoscopy setiap 10 tahun sekali atau tes CT colonography setiap 5 tahun sekali. Selain itu jalani tes multiple feses juga untuk mendeteksi kemunculan kanker usus besar sejak ini.
  3. Untuk mendeteksi penyakit kanker serviks, Anda bisa menjalani tes Pap smear setiap 3 tahun sekali dimulai dari usia 21 tahun. Namun bila leher rahim dan rahimnya sudah diangkat karena bukan disebabkan oleh kanker serviks dan tidak mempunyai riwayat kanker serviks, maka penderita tidak boleh diuji.
  4. Kanker Paru-Paru bisa dideteksi sejak dini dengan cara melakukan tes CT scan. Umumnya orang yang berusia lebih dari 50 tahun dan perokok yang usianya kurang dari 29 tahun lebih beresiko mengalami kanker paru-paru.
  5. Kanker Prostat. Jenis kanker ini sering dialami oleh pria di usia senja sekitar 50 tahunan. Saat pria berusia 50 tahun lebih sebaiknya lakukan tes darah PSA untuk mengetahui apakah ada kanker prostat didalamnya bisa menggunakan atau tanpa pemeriksaan rektal.

Peraturan Baru BPJS Kesehatan Membuat Fasilitasnya Berkurang, ini Solusinya

Melihat hal tersebut, Anda harus segera melakukan deteksi kanker sejak dini agar terhindar dari resiko fatal yang mematikan. Selanjutnya ikutilah program asuransi kesehatan sehingga Anda bisa benar-benar merasa aman karena mendapatkan jaminan penuh dari layanan asuransi tersebut.

Sebaiknya pilih asuransi kesehatan yang benar-benar murni supaya manfaat layanannya bisa benar-benar dirasakan, bukan mengikuti program asuransi plus asuransi. Bila perlu cari yang memiliki layanan tambahan di dalamnya. Bagaimanapun juga salah satu tujuan utama mengikuti program asuransi adalah untuk mendapatkan proteksi penuh.

Maka dari itu bila ingin mendapatkan layanan proteksi secara penuh, maka pilih yang asuransi murni, bukan plus investasi. Perhitungkan juga bila ada layanan tambahan di dalamnya. Misalnya saja untuk perawatan kesehatan mental, rehabilitasi alkohol, konseling, perawatan kesehatan rumah tangga, dll.

Bila perlu pilih asuransi kesehatan yang bisa menanggung resiko kanker. Karena kanker itu dapat menyerang siapa saja. Sayangnya tidak semua biaya penyakit ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Maka dari itu biaya pengobatan kanker yang mahal membuat setiap orang wajib mempersiapkan diri terhadap resiko penyakit yang mematikan ini.

Caranya ikutlah program asuransi kesehatan yang tepat sesuai kebutuhan. Selain itu cari tahu bagaimana cara mendeteksi penyakit kanker sejak dini seperti yang telah dibahas sebelumnya. Bila sudah memahaminya, saatnya mengikuti asuransi kesehatan sekarang juga. Jangan pernah menunggu terkena penyakit dulu baru ikut asuransi bila ingin manfatnya lebih maksimal.

Waspada! Inilah 5 Modus Penipuan di ATM Paling Ramai

Gallery for BPJS Tidak Menanggung Semua Biaya Kanker, Solusinya Disini