Langkah Membuat Sertifikat Tanah Tanpa Notaris
Sertifikat Tanah

Cara Membuat Sertifikat Tanah Tanpa Notaris Hemat Biaya

49 views

Cara Membuat Sertifikat Tanah Tanpa Notaris

Orang banyak bilang kalau membikin sertifikat tanah itu sulit, susah, ribet serta menghabiskan uang jutaan rupiah dan lama!

Sudah menjadi mind set atau kebiasaan di masyarakat luas, kalau membuat sertifikat tanah harus melalui notaris dengan biaya yang mahal dan jadinya lama.

Sudah banyak kejadian orang membuat sertifikat tanah dengan mempercayakan kepada notaris, selain biayanya yang mahal, juga lama sekali jadinya, bisa berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun.

Sebenarnya, membuat sertifikat tanah dengan maju di urus sendiri tanpa pakai jasa Notaris, itu bisa dan sangat mudah serta biaya juga relatif cukup murah.

Jika anda disibukkan oleh faktor aktifitas, seperti bisnis, urusan pekerjaan, dagang dan kesibukan lainnya yang membuat waktu anda tidak memungkinkan untuk membuat sertifikat tanah maju sendiri, anda bisa memberikan kuasa kepada saudara, tetangga, teman atau kerabat yang memiliki waktu luang untuk bisa mengurusnya.

Lalu silahkan datang ke kantor BPN untuk menanyakan persyaratan/persyaratan pendaftaran, biaya dan waktu selesainya sertifikat tanah sesuai dengan riwayat tanah yang akan anda buat.

Sertifikat tanah memiliki riwayat bermacam-macam, seperti: pembuatan sertipikat baru, balik nama ahli waris, jual beli, hibah, sertipikat hilang dan sebagainya.

Lalu,  jika sudah datang ke Bagian Pendaftaran BPN dan masyarakat yang akan mendaftar maju sendiri ditolak dan diarahkan harus pakai atau melalui jasa notaris, bisa diduga oknum pegawai BPN tersebut ada permainan dengan oknum Notaris dalam bisnis pendaftaran sertifikat tanah πŸ˜….

Karena, tidak ada dasar hukumnya dan melanggar hukum apabila pegawai BPN menolak masyarakat untuk maju sendiri mendaftarkan sertifikat tanah nya.

Anda tidak perlu bingung jika menemui kasus seperti itu, silahkan googling di internet, anda akan menemukan banyak sekali informasi tentang persyaratan berkas yang dibutuhkan untuk pendaftaran sertipikat tanah, hanya ketik di pencarian sesuai riwayat tanah anda maka akan terbuka banyak sekali informasi yang anda perlukan.

KPR Solusi Untuk Membeli Rumah Impian Anda

β–  Berapa biaya pembuatan sertipikat tanah di BPN ketika diurus sendiri ?

1. Pendaftaran awal dari Letter C ke Sertipikat = Rp. 800.000an

2. Pecah atau Split = Rp. 400.000an

3. Balik nama = Rp. 300.000an

4. Pecah dan Balik Nama = Rp. 800.000an

5. Dan lain-lainnya.

Dasar hukum :

(Peraturan Pemerintah No 128 Tahun 2015)

 

β–  Berapa lama waktu pembuatan sertipikat tanah di BPN ?

1. Pendaftaran awal dari Letter C ke Sertifikat = 98 hari

2. Pecah atau Split = 15 hari

3. Balik Nama = 5 hari

4. Dan lain-lainnya.

Dasar hukum :

(Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 1 Tahun 2010)

 

Hal apa yang membuat mahal dalam pembuatan sertipikat tanah itu?

Yang membuat mahal adalah urusan perlengkapan berkas persyaratan dari mulai mengurus surat di Desa, Kecamatan dan Dinas dan pembuatan Akta di PPATS (Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara) atau PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) swasta atau non pemerintah.

Biaya pengurusan berkas persyaratan bisa menghabiskan biaya dari Rp. 500.000 sampai 2 juta.

Baik untuk biaya bolak-balik mengeluarkan bensin, makan, rokok, membayar kebutuhan berkas sesuai peraturan yang harus dibayar dan biaya lainnya yang mungkin akan timbul.

Terkadang banyak juga oknum-oknum baik dari perangkat desa, camat dan lainnya yang meminta uang tips untuk diuruskan berkas persyaratannya dari uang rokok Rp. 50.000 sampai Rp. 100.000.

Belum lagi jika harus ada berkas persyaratan yang diurus di PPATS di Kecamatan atau PPAT yaitu pembuatan Akta baik Akta Jual Beli, Hibah dan Waris. Lumayan dehβ€¦πŸ˜…

Banyak terjadi kasus di Kecamatan ketika masyarakat ingin membuat Akta di PPATS harus membayar mahal sampai berjuta-juta rupiah.

 

Tips & Trik:

Jika mendapatkan kasus seperti itu, maka mintalah bukti pembayaran (Kuitansi) dari merela, pasti mereka tidak akan berani memberikan bukti pembayaran tersebut.

Itu berarti, mereka mau menipu dan memeras masyarakat, karena sebenarnya biaya tersebut sangat murah tidak sampai menghabiskan uang berjuta-juta rupiah.

Satu lagi, selain membuat Akta di PPATS Kecamatan, yaitu membuat Akta di PPAT, maka anda akan datang ke kantor PPAT yang biasanya menemukan plang bertuliskan PPAT / Notaris, artinya PPAT itu merangkap sebagai Notaris.

Ketika sudah datang ke kantor, cukup minta kepada mereka untuk dibuatkan akta saja, tidak perlu dipasrahkan atau percayakan kepada Notaris untuk diuruskan  membuat sertifikar tanah sampai jadi dengan biaya yang cukup mahal dan lama jadinya bahkan bisa sampai bertahun-tahun.

Karena, urusan sertipikat tanah itu yang dibutuhkan hanya dengan PPAT yaitu membuat Akta dan tidak membutuhkan jasa notaris sama sekali.

PPAT dan Notaris itu berbeda, dan Notaris itu tidak ada urusan sama sekali dengan kebutuhan persyaratan pendaftaran sertifikat tanah.

 

Apakah benar, membuat Akta di PPAT itu mahal sampai berjuta-juta ?

Sangat tidak benar sama sekali, biaya pembuatan Akta bisa dari 500.000 sampai 2 juta bahkan lebih tergantung dari nilai transaksi tanah yang tercantum dalam akta.

Dan biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat akta di PPAT adalah 1% dari nilai transaksi tanah yang tercantum dalam akta.

Sebagai Contoh :

Nilai transaksi jual beli tanah adalah Rp. 200 juta, maka biaya pembuatan Akta di PPAT adalah Rp. 2 juta.

Perhitungan :

1 / 100 x 200.000.000 = 2 juta.

Semakin murah nilai transaksi tanah, maka akan semakin murah biaya pembuatan Akta, begitu juga sebaliknya, semakin mahal nilai transaksi tanah maka akan semakin mahal pula biaya pembuatan Akta di PPAT.

Dan bukti pembayaran untuk pembuatan akta harus diminta, jika ternyata tidak sesuai peraturan yaitu 1% dari nilai transaksi yang tercantum dalam akta, maka oknum PPAT bisa dilaporkan, karena berusaha memeras dan menipu masyarakat.

Dasar Hukum :

(Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016)

Setelah Akta di PPAT selesai, ada biaya tambahan lain yang harus dikeluarkan yaitu pajak, yang bisa menghabiskan biaya hingga berjuta-juta rupiah.

Ketika Pajak sudah ditaksir oleh PPAT berapa yang harus dibayarkan, maka mintalah bukti pembayaran pajak yang harus dibayarkan (Brilling) dan bayarlah sendiri pajaknya ke bank (biasanya Bank BRI) atau kantor Pos.

Jika anda sudah mendatangi kantor PPAT dan menanyakan masalah biaya membuat Akta tersebut tidak sesuai dengan peraturan dan bukti pajaknya tidak mau diberikan ke masyarakat untuk dibayarkan sendiri atau juga jika anda ingin membuat Akta dan kemudian ditolak karena tidak mau sebatas membuat Akta saja.

Tapi pendaftaran sertipikat tanah semuanya harus diurus oleh Notaris dengan biaya mahal dan lama jadinya sampai bertahun-tahun, hal tersebut jelas melanggar hukum dan pemaksaan terhadap masyarakat,

Maka carilah PPAT lainnya di daerah anda yang masih murah dan jujur dalam memberikan pelayanan sesuai dengan aturan biaya pembuatan Akta dan urusan Pajak kepada masyarakat.

Karena masih banyak PPAT di daerah yang jujur dan terbuka serta melayani dengan baik apa adanya kepada masyarakat.

Setelah urusan Akta dan Pajak di PPAT tersebut selesai dan semua urusan berkas persyaratan lainnya juga sudah lengkap diurus, Silahkan datang kembali ke kantor BPN untuk mendaftarkan sertifikat tanah nya.

Apabila anda membuat sertipikat tanah dipasrahkan ke notaris, maka anda tidak akan memegang bukti tanda terima pendaftaran sertifikat dan SURAT PERINTAH SETOR dari BPN.

Jadi ketika proses pembuatan sertifikat tersebut memakan waktu lama sekali, padahal sudah bayar mahal, maka anda hanya bisa pasrah menunggu ketidakpastian atau ketidakjelasan dari Notaris.😒

Berbeda sekali jika anda mendaftarkan sertifikat tanah dengan maju sendiri ke BPN, maka anda akan menerima tanda bukti pendaftaran dan tanda bukti SURAT PERINTAH SETOR yang tercantum biaya pembuatan sertifikat tanah yang ternyata murah.

SURAT PERINTAH SETOR adalah bukti yang tidak akan pernah diberikan kepada masyarakat, dan akan disembunyikan atau dirahasiakan, kecuali apabila masyarakat mengurus sendiri, maka akan mengetahui berapa besar nominal setorannya. Dan perintah setor tersebut berupa kode setor virtual ke Bank atau Kantor Pos yang hanya berlaku kepada pihak yang bersangkutan dan memiliki batas waktu pembayaran, biasanya 2x24jam.

Apabila masyarakat mengetahui SURAT PERINTAH SETOR, maka akan terbongkar berapa biaya asli yang sangat murah, sedangkan biaya pembuatan sertifikat tanah ketika masyarakat mempercayakan ke Notaris adalah cukup mahal.

Apabila pelayanan di BPN buruk dan lama prosesnya dan tidak sesuai dengan standard pelayanan waktu dan biaya, maka hal itu bisa di adukan atau dilaporkan kepada Menteri Agraria dan ditembuskan ke Ombudsman Republik Indonesia.

Demikian sedikit rangkiman singkat tentang langkah-langkah yang harus dilakukan ketika akan mendaftarkan sertifikat tanah.

Satu lagi, anda bisa mendownload aplikasi resmi dari BPN  β€œSentuh Tanahku” di plafon android atau iOS dan mendaftarkan diri secara online, agar  bisa mengecek status tanah dan memantau proses permohonan sertifikat anda.

Demikianlah petunjuk cara dan langkah membuat sertifikat tanah tanpa notaris, Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Pentingnya Memiliki Asuransi Kendaraan di Jaman Now