fintech

Cara Pinjam Uang Yang Aman Di Fintech Pinjaman Online

0 views

Ketika butuh uang dalam waktu cepat, dulu pilihan anda mungkin pergi ke rentenir atau kerabat yang memiliki uang lebih. Sekarang seiring dengan perkembangan zaman, meminjam uang bisa dilakukan tanpa harus bertemu dengan sang peminjam, bahkan ada yang hanya berbekal unggah foto KTP dan nomor rekening dalam waktu beberapa menit sudah bisa meminjam uang.

Mengenal Layanan Fintech

Ada banyak layanan Fintech yang bisa anda pilih, terhitung ada 121 aplikasi Fintech yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menurut data per 27 Juli 2021, ini belum termasuk dengan ratusan Fintech lain yang beroperasional tanpa izin dari OJK. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan periode Mei 2021 yang mencatat 131 layanan Fintech, ini berarti ada 10 layanan yang ditutup karena melanggar ketentuan yang ditetapkan oleh OJK.

Walau memiliki kemudahan aksesibilitas untuk meminjam, sebenarnya layanan Fintech tidak serta merta berbeda dengan rentenir di dunia nyata, jika tidak mampu membayar tepat waktu akan ada konsekuensi yang harus ditanggung, salah satunya berurusan dengan debt collector. Lantas, bagaimana cara meminjam uang yang aman di Fintech? Berikut kami jelaskan caranya, spesial untuk anda.

Cara Meminjam Uang di Fintech

1. Pastikan Aplikasi Fintech Bukan Layanan Abal-abal

Sebelum anda memutuskan untuk menggunakan layanan fintech, anda perlu memastikan bahwa aplikasi yang akan diunduh merupakan layanan yang terdaftar resmi di OJK. Layanan Fintech yang resmi terdaftar di OJK mengikuti ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan, termasuk cara melakukan penagihan dan besaran bunga pinjaman yang tidak boleh lebih dari 30 persen. Cara memastikan sebuah layanan Fintech terdaftar secara resmi adalah dengan mengakses situs ojk.go.id, pada halaman utama sudah ada pilihan informasi yang bisa diklik untuk melihat daftarnya.

2. Pastikan Layanan Fintech yang Transparan

Pinjaman online yang bisa didapat tanpa harus bertemu secara fisik bukan berarti kita mengabaikan transparansi dari layanan yang diberikan. Beberapa informasi yang wajib anda dapatkan sebelum melakukan pinjaman online pada aplikasi fintech antara lain informasi limit kredit, lama tenor cicilan, besaran bunga pinjaman, biaya administratif, besaran denda keterlambatan, dan informasi lainnya. Inilah yang membedakan pinjaman online yang resmi dengan yang ilegal atau rentenir. Pinjam ilegal seringkali tidak memuat informasi yang detail sehingga peminjam bisa terkena ‘jebakan batman’.

3. Pilih Aplikasi dengan Bunga Rendah

Banyaknya aplikasi fintech membuat anda memiliki kesempatan untuk memilih layanan yang terbaik. Penting untuk memilih layanan yang memiliki bunga terendah, karena jumlah cicilan yang anda bayarkan menjadi lebih murah. Jadi, walau sedang meminjam uang, anda tetap perlu memilih langkah paling hemat dan tentunya aman.

4. Cek Kualitas Layanan

Memang terkesan sepele dan merepotkan, namun langkah ini akan membantu anda mengidentifikasi aplikasi Fintech yang resmi dan aman. Pastikan bahwa nomor pelayanan pelanggannya mudah dihubungi, memiliki alamat kantor asli, alamat e-mail atau WhatsApp yang masih aktif, dan lain sebagainya. Memastikan kontak dan alamat bisa dihubungi membantu anda berjaga-jaga jika mengalami problem yang berkaitan dengan layanan.

5. Pilih Aplikasi yang Memiliki Rating Tinggi

Salah satu penilaian kepuasan konsumen pada sebuah aplikasi dapat terukur melalui nilai bintang atau rating. Rating yang terukur pada sebuah aplikasi berada pada skala bintang 1-5, semakin tinggi ratingnya dapat berarti konsumen semakin puas dengan layanan pada aplikasi tersebut. Komentar-komentar yang disematkan pada aplikasi juga dapat mencerminkan kualitas layanan.

6. Cek Keamanan Aplikasi

Tidak hanya melihat kualitas layanan berdasarkan aspek komunikasi dan penilaian rating, anda perlu memastikan keamanan dari aplikasi layanan pinjaman online yang akan anda gunakan. Saat ini segala yang berbasis digital tetap memiliki risiko kejahatan siber dan kebocoran data nasabah, bahkan kasus kebocoran data pada aplikasi pinjaman online terbilang cukup tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan OJK pada akhirnya mewajibkan fintech untuk memasang langkah pengamanan akun nasabah berganda, seperti, PIN, kode OTP, dan verifikasi e-mail, termasuk juga lolos proses audit serta ISO teknologi informasi. Anda juga perlu berhati-hati agar tidak memberikan PIN atau kode OTP kepada pihak lain.

7. Pinjam Sesuai Kebutuhan

Iklan-iklan pinjaman online yang beredar selama ini cenderung mengarahkan anda untuk selalu meminjam setiap perlu uang. Tentu bukan tindakan yang bijaksana jika anda meminjam melewati batas kemampuan anda dalam membayar. Maka, pastikan anda melakukan pinjaman untuk hal-hal yang benar-benar mendesak atau untuk tujuan produktif. Buat perhitungan keuangan di setiap bulannya untuk mengukur pemasukan dan pengeluaran anda sebelum memutuskan melakukan pinjaman online.

8. Catat Jumlah Pinjaman dan Cicilan

Anda tidak bisa hanya berpangku tangan mengandalkan daya ingat semata, jadi anda perlu mencatat berapa jumlah pinjaman yang dipinjam dan berapa cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Mencatat jumlah cicilan atau tagihan lain yang perlu anda bayar pada setiap bulannya akan sangat membantu dalam perencanaan keuangan bulanan. Langkah ini juga termasuk langkah cerdas dalam pengelolaan finansial pribadi atau keluarga. Jika belum dilakukan, selamat mencatat!

9. Catat Tanggal Jatuh Tempo

Setelah mendapatkan pinjaman, anda perlu mencatat tanggal jatuh tempo pembayaran. Ini merupakan langkah yang krusial, jika ada lupa tanggal jatuh tempo cicilan tiap bulannya, ada konsekuensi berupa denda keterlambatan. Seringkali denda keterlambatan pembayaran pada pinjaman di aplikasi Fintech jumlahnya tidak sedikit, bahkan banyak masalah pinjaman online yang ramai di media berawal dari masalah terlambat melakukan pembayaran. Biasakan juga untuk membayar sebelum tanggal jatuh tempo yang sudah ditetapkan untuk meminimalisir kemungkinan risiko lain.

10. Siapkan Cicilan di Awal Bulan

Menyiapkan uang cicilan yang perlu dibayarkan di awal bulan merupakan langkah yang cerdas bagi finansial anda dan keluarga. Penting untuk menyisihkan uang yang perlu dicicil untuk melunasi pinjaman. Perlu diingat, membayar pinjaman atau hutang merupakan kewajiban yang harus menjadi prioritas.

Demikianlah cara aman dalam memilih layanan fintech untuk pinjaman online yang kami berikan kepada anda. Memang diperlukan kondisi yang benar-benar sadar sewaktu kita memutuskan untuk melakukan pengajuan pinjaman online. Ingat, pinjaman harus didasarkan kemampuan untuk membayar.

Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, anda juga perlu melek informasi untuk dapat memilih mana layanan pinjaman online yang paling sesuai kebutuhan dan tentunya terdaftar resmi di OJK. Tidak sedikit pinjaman-pinjaman online yang ilegal menimbulkan berbagai masalah di kemudian hari yang cenderung merugikan nasabah atau konsumen. Daftar layanan fintech yang resmi selalu diperbaharui setiap bulannya di situs ojk.go.id atau cara mudahnya dengan mengetik keyword “daftar layanan pinjaman online resmi dari ojk per…”

Sebelum memilih jenis pinjaman yang anda perlukan, cobalah untuk membandingkan pinjaman-pinjaman lain seperti KUR, pay later, koperasi, dan pegadaian, anda bisa mengukur profil risiko dari masing-masing jenis pinjaman tersebut. Kami sangat senang jika anda mengikuti saran-saran yang kami berikan.