Cara Menghadapi Wawancara Kerja yang Sukses

1 comment 145 views

Wawancara kerja yang sukses adalah salah satu faktor yang penting selama proses melamar kerja. Banyak orang sebelum menemukan pekerjaan yang cocok harus melalui banyak wawancara kerja, dan sering gagal. Pertanyaan “mengapa saya gagal dalam wawancara kerja” tampaknya tidak memperhatikan para pencari kerja. Jadi, agar tidak membuang waktu dan tenaga untuk wawancara kerja, Anda harus lengkapi diri Anda dengan keterampilan wawancara kerja yang paling penting berikut ini.

Cara Menghadapi Wawancara Kerja yang Sukses

Pakaian Yang Sopan dan Formal

Salah satu hal saat wawancara kerja yang paling penting dan mendasar adalah masalah pakaian. Mengenakan pakaian sopan dan formal menunjukkan bahwa Anda tahu tentang budaya perusahaan dan menghormati atasan. Bahkan jika Anda seorang pencinta kenyamanan dalam berpakaian, jangan mengenakan jins dan pullover untuk menghadiri wawancara kerja. Kesan pertama tidak semuanya berpengaruh tetapi akan menentukan simpati pewawancara untuk Anda. Jika Anda tidak memperhatikan masalah dalam berpakaian saat wawancara kerja, mungkin tidak ada perusahaan yang mau menerima karyawan seperti Anda.

Bahasa tubuh

Bahasa tubuh juga menentukan faktor kesuksesan Anda dalam wawancara. Hanya tindakan kecil yang Anda tunjukkan secara tidak sengaja yang dapat membuktikan sikap negatif terhadap atasan. Melihat arloji secara terus-menerus membuktikan bahwa Anda tidak menghabiskan banyak waktu dan tidak dengan sepenuh hati mengabdikan diri untuk wawancara, bahkan melihat ini sebagai pekerjaan yang membosankan. Postur tubuh yang tidak meluruskan punggungnya, bahu terkulai, bergoyang-goyang di kursinya saat berbicara, tangannya sering melakukan banyak tindakan berlebihan, pandangan ke bawah menunjukkan bahwa Anda sangat kurang percaya diri dalam setiap kata-kata Anda. Tubuh menyampaikan lebih banyak informasi emosional daripada yang Anda pikirkan. Karena itu, perhatikan gerakan yang tampaknya sangat kecil selama wawancara. Duduk tegak dengan punggung dan bahu rileks, jangan terus-menerus bergoyang-goyang di kursi dan jangan melihat jam berkali-kali.

Sikap percaya diri dan lugas

Untuk menunjukkan sikap percaya diri dan lugas, selalu menatap lurus ke mata orang yang mewancarai Anda selama wawancara. Saat berbicara dengan mereka, jangan terlalu fulgar, tetapi sampaikan masalah Anda sejelas dan setegas mungkin. Untuk melakukan itu, Anda perlu menyiapkan pikiran dan tubuh yang rileks. Semakin percaya diri dan santai, akan semakin mudah melakukan wawancara.

Jangan katakan Aku tidak tahu atau Aku tidak bisa melakukannya

Ketika Anda memiliki pertanyaan tentang masalah yang belum pernah Anda dengar, jangan buru-buru menjawab bahwa Saya tidak tahu atau Saya tidak bisa melakukannya, karena pewawancara akan menilai Anda sebagai orang yang tidak kompeten. Anda bisa mengatakan: Saya belum tahu atau Saya akan belajar tentang masalah ini untuk menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang memiliki rasa ingin tahu. Ini adalah salah satu keterampilan wawancara kerja yang penting yang tidak diketahui banyak orang.

Kekuatan senyum

Senyum adalah salah satu cara terbaik bagi kita untuk mengekspresikan sikap yang tulus dan ramah. Jadi dalam wawancara, manfaatkan senyuman pada saat yang tepat. Misalnya, ketika Anda berbicara tentang situasi lucu yang terjadi selama perjalanan bisnis, bagaimana hal itu membuat Anda memiliki lebih banyak pengalaman kerja. Senyum tidak hanya menunjukkan sikap ramah dan tulus, senyum juga menghadirkan suasana bahagia dan nyaman dalam percakapan antara Anda dan pewawancara.

Jangan katakan hal-hal negatif tentang perusahaan lama

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan dari majikan adalah “Mengapa Anda berhenti dari pekerjaan di pekerjaan lama Anda?”. Dalam pertanyaan ini, jangan pernah menjawab dengan berbicara buruk tentang mantan bos atau teman kerja Anda. Pengusaha pasti akan menyimpulkan bahwa, hari ini Anda dapat mengatakan hal-hal negatif tentang agensi lama Anda, jika Anda meninggalkan perusahaan mereka besok, Anda akan dapat melakukan hal yang sama. Karena itu, untuk menjawab pertanyaan ini dengan baik, bicarakan ketidakcocokan Anda dengan pekerjaan lama Anda dan tentang keinginan untuk memulai tantangan baru dan pengalaman baru.

Ketahui cara mengajukan pertanyaan untuk menghindari wawancara yang pasif

Selama wawancara kerja, jangan menjadi pasif karena Anda hanya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara. Keterampilan wawancara kerja sangat penting, tetapi tidak semua pelamar pekerjaan tahu cara untuk mengajukan pertanyaan. Pertanyaan sesekali dari Anda akan membuat membuat wawancara lebih santai dan rileks. Selain itu, pewawancara akan senang mengetahui tingkat minat Anda pada pekerjaan di masa depan yang sangat tinggi.

Baca juga : Format Surat Lamaran Kerja via Email Yang Benar

Namun, mengajukan pertanyaan tidak mudah. Pertanyaan tentang karakteristik perusahaan, properti, metode bisnis hanya akan membuat pengusaha merasa bahwa Anda belum mempelajari apa pun tentang mereka. Ajukan pertanyaan cerdas untuk membuktikan kemampuan Anda, dan tunjukkan pemahaman yang jelas tentang perusahaan. Misalnya: Teknologi apa yang dapat saya gunakan untuk memenuhi pekerjaan ini?, Atau Saya dulu menggunakan perangkat lunak yang sangat cocok untuk bekerja, saya tidak tahu cara bekerja disini, Apakah perusahaan disini sudah mencoba metode itu?.

author
One Response
  1. Tips Mempersiapkan Wawancara Kerja yang Sukses ⋆ ARESPEDIA9 months ago

    […] Cara Menghadapi Wawancara Kerja yang Sukses […]

    Reply

Leave a reply "Cara Menghadapi Wawancara Kerja yang Sukses"