Cara menjadi Dividen Hunter Saham

Cara Menjadi Dividen Hunter Saham Yang Smart!

16 views

Bagaimana cara yang tepat untuk kita menjadi seorang Dividen Hunter yang smart?

Apa itu deviden?

Dividen itu adalah rasio dari laba yang didistribusikan kepada para pemegang sahamnya atau investor investor mereka. Wah enak banget kan teman-teman kalian dengan membeli saham atau pemegang saham perusahaan tersebut, kalian bisa mendapatkan keuntungan berupa dividen? Nah yang lebih menariknya adalah kalian tidak perlu sedari dulu membeli atau memegang saham tersebut. Jadi ada yang namanya cumulative date.
Cumulative date ini adalah tanggal terakhir tercatatnya seorang trader atau investor yang memegang saham tersebut.

Jadi kalau kalian punya saham di tanggal tersebut, kalian udah otomatis tercatat sebagai pemegang saham perusahaan tersebut. Jadi kalau kalian mau mendapatkan dividen tersebut, kalian nggak perlu beli dari jauh-jauh hari, kalian bisa aja langsung cek cumulative datenya kapan, kalian langsung paginya dan sorenya ketika kalian masih hold sahamnya, itu kalian sudah berhak mendapatkan dividen. Tapi bukan itu aja teman-teman, Nah inilah yang biasanya orang-orang atau saya sendiri menyebut dengan “Dividen Hunter”. Jadi ada orang-orang yang hanya fokus ke dividen. Kenapa mereka fokus ke dividen? Karena dividen itu bersifat pasti. Jadi kalau kalian benar-benar dapat atau pegang saham tersebut, kalian itu berhak mendapatkan dividen yang mereka tawarkan.

Tapi hati-hati teman-teman, yang punya pemikiran seperti itu bukan cuman kalian bukan cuman saya, karena semua orang itu pasti memperhatikan yang namanya dividen. Karena ini adalah peluang atau kesempatan yang cukup emas untuk mendapatkan profit yang pasti. Nah nanti setelah ini saya akan membahas tentang “Dividen Trap”. Apa itu dividen trap dan kebanyakan dividen hunter itu terjebak yang namanya dividen trap. Yang awalnya dia mau untung ternyata jadi buntung atau rugi akhirnya. Oke jadi nggak usah lama-lama, langsung aja gua mau bawa atau ajak kalian untuk membahas, gimana sih caranya untuk menemukan informasi dividen yang dibagikan oleh perusahaan? Dan gimana sih cara yang tepat untuk kita menjadi seorang dividen hunter yang smart.

Nah di sini ada chart cuman saya mau ajarin dulu ke kalian gimana sih dari awal untuk mengetahui adanya perusahaan yang sudah membagikan dividen. Nah kali ini saya akan mengajak anda untuk berkenalan dengan salah satu website yang cukup popular, dan website ini cukup membantu kita juga untuk mendapatkan informasi seputar saham. Kalau kalian yang belum tahu ini adalah RTI Business dan websitenya adalah rti.co.id., yang di sini kalian bisa close saja kemudian disini kalian bisa pergi ke menu calendar di sini. Kemudian di sini ada dividen kalian bisa klik dan kalian akan melihat tampilan yang seperti ini. Nah di sini seluruh perusahaan yang akan membagikan dividen itu sudah ada dan terangkum dengan jelas di layar monitor kalian saat ini.

Di sini ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan yang pertama adalah kode di sini adalah kode sahamnya. Di sini name itu adalah nama perusahaan yang mau bagi-bagi dividen. Di sini adalah price. Price adalah jumlah dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang investornya per lembar sahamnya. Jadi kalau kalian punya 100 lot, kalian bisa langsung dikalikan aja price nya dikali 100 lot dikali 100 lembar saham seperti itu kurang lebih.

Di sini yang harus kalian pelajari dan perlu diperhatikan adalah di sini ada cum date, ada ex date, recording date dan payment date. Di sini seperti yang sudah dijelaskan tadi atau cumulative date di sini adalah tanggal di mana kalian tercatat terakhir sebagai pemegang sahamnya. Ex date nya di sini biasanya adalah 1 hari setelah cumulative date yang mana kalian udah bisa menjual saham tersebut, dan kalian tetap berhak untuk mendapatkan dividen yang sudah dijanjikan.

Recording date di sini adalah tanggal pencatatan saham nya sendiri disini. Dan payment date di sini adalah tanggal di mana kalian akan mendapatkan dividen nya dan akan langsung ditransfer ke rekening kalian.

Biasanya sekuritas-sekuritas juga akan memberitahukan kepada kalian melalui email tentang payment date dan tentang, informasi dividen yang sudah dibagikan kepada para pemegang saham. Nah langsung aja di sini teman-teman kalau kalian lihat ini di bulan April banyak banget perusahaan-perusahaan yang lagi bagi-bagi dividen.

Mungkin memang lagi bulan-bulannya bagi-bagi dividen karena mungkin menjelang lebaran juga nih teman-teman. Nah di sini ada beberapa saham yang akan saya fokuskan untuk kita bahas bareng-bareng, dan saya sudah memilih di sini ada sekitar 6 saham yang akan saya bahas. Oke disini ada saham ADMF, cumulativenya itu tanggal 8 April ada juga BNGA ini Bank CIMB Niaga, kemudian cumulative datenya 20 April, sama BBCA juga di 20 April kemudian ada TCID juga, TCID itu Mandom Indoenesia 24 April, BJBR juga Bank Jawa Barat itu 24 April dan kemudian saya akan membahas yang akan terjadi di tanggal 30 April yaitu Indika Energy. Sebelumnya saya akan membahas dan akan mengajari kalian gimana sih caranya untuk menentukan, dividend yield atau berapa persen return on investment kalau misalkan kita membeli saham tersebut.

Nah di sini ada 3 kolom harga, dividen dan dividend yield. Dividen yang di sini kalian bisa catet dari harga price yang ada di sebelah sini. Jadi kalau misalkan kita mau ke ADMF, nah ADMF di sebelah sini itu dividen yang dibagikan adalah sekitar 1054,5. Nah ini adalah per lembar sahamnya sekali lagi. Nah kita catet dulu di sini semua. Nah oke, semuanya udah tercatat ya teman-teman. Sekarang saya akan mengajari kalian gimana cara melihat harga yang ada di sini.

Sekarang kita langsung masuk ke chartnya aja, kali ini saya menggunakan rti.co.id. Nah di sini juga sama tampilannya kurang lebih sama investing jadi kalau kalian lebih nyaman di investing bisa pakai investing.com, kalau kalian mau pakai RTI juga cukup nyaman dan lebih real time. Jadi pergerakannya itu lebih cepat. Oke langsung aja kita kan cek ADMF di sini.

Oke di sini adalah grafik dari Adira Dinamika Multi Finance dan kalau kalian melihat ada tanda di sini atau mark di sini, ini adalah tanda pembagian dividen atau tanggal pembagian dividen kalau di sini kita lihat yang ada di tanda tersebut adalah ex datenya, dan di sini berarti cumulative date adalah satu hari sebelumnya which is di tanggal 8 di sini.

Nah saya akan fokus di candle yang ini teman-teman di candle doji yang sebelah sini ya. Karena ini adalah tanggal cumulative datenya. Kalau kalian mau menentukan harganya boleh kalian tentukan dari harga pembukaan atau open price di tanggal cumulative date nya. Nah disini kalau saya lihat itu dia di tanggal 8 April pembukaan itu di harga 8000 jadi akan saya tulis di sini harganya 8.000.

Kalau misalnya kalian beli di harga 8.000, berapa sih kira-kira keuntungan atau persentase profit yang akan kalian dapatkan? Disini kalian bisa menghitung dengan cara, saya akan buka kalkulator, itu dividen dibagikan harga. Jadi di dividen nya adalah 1054,5 per lembar sahamnya, kemudian dibagikan saja 8000, tinggal dikali 100 untuk mendapatkan persentase nya.

Jadi kurang lebih di sini adalah 13,18% dividend yield nya. Jadi kalau misalkan kalian beli saat itu di harga 8.000 dan kalian tahan hingga penutupan market hari itu, kalian udah langsung berhak mendapatkan 13% dari dividen nya aja temen-temen, ini luar biasa sekali sebenarnya karena, kalau misalkan kalian investasikan for example di deposito, kalian hanya akan mendapat 5% per tahun itu 1 tahun kalian dapat 5%, sedangkan di sini akan mendapat 13% itu hanya dalam waktu 1 hari. Jadi dividen ini sebenarnya sangat menggiurkan dan digemari juga untuk para dividen hunter, tapi kita harus lihat tapinya dan sebentar lagi kita akan bahas.

Nah kita berandai-andai kalau misalkan kita beli di cumulative date di harga 8.000 rupiah, dan kita tahan sampai akhir penutupan perdagangan market. Dan karena kita berposisi sebagai dividen hunter, kita nggak mencari yang namanya capital gain. Oleh karena itu rencana kita adalah akan menjual langsung di hari ex datenya which is 1 hari setelahnya.

Kalau kalian lihat di sini langsung harganya itu turun ke auto rejection bawah atau minus 7%. Nah pertanyaannya di sini adalah apakah kalian berhasil untuk menjual saham tersebut berharga tersebut? Kalau misalkan kalian berhasil menjual, oke kalian akan rugi sekitar 7% dari hasil penjualan tersebut tapi kalian masih akan mendapatkan 13% nya.

Jadi net nya adalah kurang lebih sekitar 6% itu masih cuan sebenarnya, tapi masalahnya ketika harganya ada di auto rejection bawah, sehari setelahnya itu langsung di harga auto rejection bawah, artinya apa? Artinya tidak ada yang mau membeli di harga tersebut. Jadi kalian harus hati-hati ini yang namanya *dividen trap. Setelah semua orang membeli, nah ke esokan harinya semua orang juga ingin menjual, dan kalau ke esokan harinya nggak ada yang membeli, siapa yang mengambil barang kalian? Nah kita lanjut lagi teman-teman di esok hari ini juga itu harganya langsung turun lagi di auto rejection bawah, jadi kalau ditotal total udah minus 13% sendiri, walaupun dividend yield nya 13%, dari hasil penjualannya aja kan udah minus 13%. Kalau misalkan kalian berhasil jual, selamat! Tapi kalau enggak? Kita lanjut lagi! Nah besok harinya itu kalian akan berfikir bahwa saya harus cepat-cepat menjual barang ini karena kalau nggak kerugiannya makin dalam.

Oleh karena itu kalian akan fokus di harga auto rejection bawahnya lagi dan ini kalau kalian berhasil terjual kalian udah minus 19%. Bayangkan kalian bisa mendapat 13% dari dividen dari capital loss nya kalian minus 19% which is over all kalian akan hilang sekitar 6%. Nah ini yang dinamakan dividen trap teman-teman. Oke jadi hati-hati jangan tergiur karena yang penting disini adalah kalian harus tahu juga kondisi market saat ini. Kalau kalian lihat secara trend, ini marketnya sedang bearish parah atau sangat kuat bearish nya. Nah ini untuk ADMF atau Adira Multi Finance ini sangat mencolok ya terjadi nya dividen trap. Oke kita langsung next aja ke BNGA ya! Sama di sini teman-teman kalau kalian lihat, harganya itu di sebelumnya ini, kurang lebih di harga pembukaannya di 720 jadi kita masukkan aja disini 720 dan akan mendapatkan dividen sebesar kita hitung dulu di sini, dibagi 720 dikali 100% kurang lebih 7,7% ya 7,69%. Nah dividen 7.69% ini sebenarnya masih cukup baik tapi kalau kita lihat di sini, secara teknikal analisis ini ada sebuah koreksi pattern yang dinamakan Rising Wedge, di beberapa video sebelumnya pun saya sudah sering membahas tentang pattern pattern seperti ini.

Dan kalau muncul seperti ini kalian harus hati-hati karena ada kemungkinan dia akan break ke bawah dan ada kemungkinan akan jatuh lebih dalam lagi. Dan ternyata benar aja ketika 1 hari setelah tanggal cumulative date, harganya itu langsung auto rejection bawah lagi, dan ini kalau kalian tidak berhasil jualan di bawah sini ya kalian pasti akan rugi sekitar 7% jadi nggak ada sama sekali oke? Kita lanjut yang lain, mungkin akan saya isikan dulu ya harga-harganya biar lebih cepat.

Nah di sini sudah ada semua harga dan dividend yield nya sendiri. Kita langsung next ke BBCA ya, nah di saham BBCA ini kita mau fokus di hari cumulative date nya. Nah yang menarik di sini adalah kalau misalkan dividen hunter tahu kalau hari itu adalah cumulative date, biasanya mereka akan beli sahamnya tersebut. Tapi berbeda sekali dengan BBCA di sini. Kalau kalian lihat malah banyak yang menjual di hari cumulative date. Nah ini kenapa? Karena banyak investor investor yang udah tahu perilaku dari pembagian dividen tersebut.

Jadi mereka yang udah punya saham dari bawah sini mungkin dia udah beli di bawah mereka akan langsung cepat-cepat jual. Karena mereka tidak mau mendapat kerugian dari sisi capital gain, oleh karena itu mereka di tanggal cumulative date malah menjual. Dan benar saja setelah itu harganya turun lagi turun lagi turun lagi dan turun lagi. Dan kalau kalian lihat di sini juga sebenarnya dividen yield nya itu nggak terlalu menarik buat para dividend hunter hanya 1,68%.

Oleh karena itu saya rasa tidak banyak yang beli hanya untuk mendapatkan dividen tersebut. Oke kita bahas lagi saham berikutnya itu TCID, nah di sini kalau kalian lihat ini saya buka chart tersebut itu di time frame Daily, dan kalau lihat itu sangat berbeda karakteristik chartnya dengan chart-chart sebelumnya yang saya buka. Kenapa chart nya bisa seperti ini ada banyak garis, ada tiba-tiba candlestick yang agresif, kalian bisa menyimpulkan bahwa saham tersebut adalah saham yang kurang likuid atau tidak likuid sama sekali, terlihat dari pergerakan harganya saja seperti ini dan kalau kalian sudah melihat saham yang seperti ini, kalian lebih baik tinggalkan saja tidak perlu di trading kan juga nggak perlu jadi dividen hunter juga, walaupun mungkin dividen yang ditawarkan cukup menggiurkan gitu ya. Nah jadi di sini walaupun dia harganya 8.000 atau 9.000 bukan berarti harganya itu pasti likuid.

Nah ini adalah contoh saham Mandom Indonesia yang kurang likuid dan harganya pun cukup tinggi. Kita langsung next ke bank BJBR. BJBR itu cumulative date nya itu baru kemarin tanggal 24 April. Di sini yang menarik adalah pada saat cumulative date yang ada adalah harganya turun ke bawah. Ini menandakan bahwa orang-orang yang sudah melakukan pembelian di harga bawah itu, langsung menjual semua saham nya agar tidak terjebak yang namanya dividend trap. Dan kalau kalian melihat dari sisi teknikal juga sama ini yang sudah saya gambarkan sebelumnya ini adalah sebuah pattern koreksi Rising Wedge. Dan sekarang harganya masih auto rejection bawah terus, kalau secara dividend yield mungkin cukup menarik sekitar 9,90% hampir 10%, tapi harganya saat ini sudah turun kurang lebih 15%, oleh karena itu harus berhati-hati.

Dan satu lagi yang mau saya bahas adalah saham Indika Energy yang tanggal cumulative date nya itu di tanggal 30 April. Di sini harganya kita masih belum tahu di berapa tapi kan kita ambil patokan terakhirnya itu di 740. Dan kalau misalkan kita hitung itu di dividen yield nya cukup menggiurkan, sekali lagi cukup menggiurkan 12,11% dalam sehari. Kalian nggak akan mendapatkan investasi manapun, tapi kalau kalian lihat di sini, secara teknikal analisis itu Indika Energy itu sedang berada di zona resistance nya, saya akan gambarkan sedikit di sini.

Nah di sini kan sudah ada zona resistance nya dan overall secara trend nya itu sedang bearish atau downtrend ke bawah. Sekali lagi teman-teman saya tidak menyarankan walaupun terlihat menggiurkan secara dividend yield. Nah oke sekarang mungkin kalian akan bertanya kalau begitu nggak bagus dong kalau kita menjadi dividen hunter, dan gak bisa sama sekali mendapatkan keuntungan dari mengejar dividen tersebut? Untuk jawabannya sendiri adalah tergantung trend nya, jadi ini tips aja buat kalian kalau kalian melihat tren yang sedang bearish kebawah, dan dia membagikan dividen, kalau bisa jangan kalian ambil kesempatan tersebut karena, seperti yang tadi kalian lihat barusan, saat ini kondisi market itu sedang cenderung bearish sangat kuat.

Oleh karena itu beberapa saham atau emiten yang memberikan deviden pun, harganya langsung turun kembali. Nah kalau misalnya kalian melihat sebuah
saham yang secara price action itu trend nya masih bullish, kalian bisa menjadi dividen hunter di saham saham tersebut. Karena kalau misalkan ex date nya atau besoknya pun turun sempet turun berapa persen, tapi overall trend nya itu masih ada kemungkinan untuk naik. Jadi yang pertama kesimpulan dari saya adalah kalau kalian mau menjadi dividen hunter, cek dulu trennya dan teknikal analisis nya. Tren ini sangat penting, cari tren yang sedang bullish. Dan yang kedua adalah cek juga secara teknikal analisis nya, Apakah dia ada di zona resistance atau zona support. Kalau di zona support, itu malah momentum yang tepat untuk kalian mendapatkan capital gain sekaligus karena mendapat dividen nya. Nah mungkin segitu aja temen-temen video kali ini mengenai dividen semoga kalian semakin terbuka dan tercerahkan. Kalau kalian mau menjadi dividen hunter pun bisa lebih smart lagi kedepannya.

Akhir kata terima kasih untuk kalian yang sudah membaca artikel ini dan semoga bermanfaat untuk semuanya.

Baca: Belajar Trading Dari 0

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *