cerita awal bitcoin sampai menjadi ratusan juta
cerita awal bitcoin sampai menjadi ratusan juta

Cerita Awal Sejarah BITCOIN Sampai Menjadi Ratusan Juta

44 views

Cerita awal Sejarah Bitcoin

Halo semua, selamat datang di blog arespedia.com. kali ini, aku mau bahas topik yang sering banget di-request tentang cryptocurrency yang paling populer yaitu Bitcoin.

Mungkin sebagian dari kamu pernah denger nih, kalau harga Bitcoin tuh sempet naik gila-gilaan selama sepuluh tahun terakhir, padahal pas awal mulai diedarin, harga satu Bitcoin itu nggak nyampe Rp100, pokoknya murah banget deh, seolah-olah nggak ada nilainya. tapi seiring berjalannya waktu, harga Bitcoin terus melonjak dari beberapa puluh rupiah jadi beberapa ratus rupiah naik lagi sampai beberapa ribu rupiah, sampai harganya tembus jutaan rupiah dan pada puncaknya di tanggal 16 Desember 2017, Satu Bitcoin sempet nyentuh harga Rp260 juta…..

Coba kamu bayangin deh, satu Bitcoin yang tadinya dihargai kurang dari Rp100 naik jadi Rp260 juta dalam waktu tujuh tahun, makanya banyak orang yang nyesel nih, coba aja dulu beli Bitcoin pas harganya masih murah. mereka yang beli dan tetap menyimpan Bitcoin pasti udah jadi miliarder atau bahkan triliuner.

Tapi di sisi lain, ada banyak juga nih orang yang jatuh bangkrut gara-gara Bitcoin. kebanyakan mereka yang bangkrut itu adalah mereka yang ikut-ikutan membeli Bitcoin pas harganya sudah tinggi banget. karena tergiur sama kenaikan harga Bitcoin yang fantastis, mereka cuma berspekulasi kalau harganya bakalan terus naik, tapi nggak paham apa itu Bitcoin.

Nah, mereka panik melihat fluktuasi harga yang naik turun secara drastis dan akhirnya terpaksa jual Bitcoin mereka di harga yang jauh lebih murah dibanding harga beli dan ngalamin kerugian yang parah.

Sampai sekarang, masih banyak orang yang ngomongin Bitcoin, tapi sebatas tentang kenaikan dan penurunan harganya yang tinggi banget jarang banget nih, ada yang benar-benar paham apa itu crypto currency secara umum dan khususnya Bitcoin. nah, makanya di artikel kali ini aku nggak akan bahas tentang fluktuasi harga Bitcoin. justru, aku mau bahas tentang gimana sih sejarah Bitcoin?

Cerita Awal BITCOIN Sampai Jadi Ratusan Juta
Cerita Awal BITCOIN Sampai Jadi Ratusan Juta

Sejarah Crypto Currency dan Bitcoin Crypto Currency

Sebetulnya, apa sih tujuan pembuatan Bitcoin? apa sih fungsinya? dan apa kelebihan serta kekurangannya? sesuai namanya, crypto currency itu adalah bentuk simpanan digital yang proses transfernya memakai teknik kriptografi atau sandi rahasia.

Peredaran crypto currency ini  tidak dikendalikan oleh satu lembaga seperti bank sentral ataupun perusahaan tertentu, melainkan dengan server yang terpencar-pencar yang sifatnya terdesentralisasi, sebetulnya ngapain sih bikin crypto currency? emang ada yang salah ya sama sistem uang digital tradisional?

Para penggagas awal crypto currency ini punya pemikiran, kalau perputaran uang dalam ekonomi itu harusnya bisa dilakuin setiap orang secara independen tanpa harus melalui pihak ketiga yang jadi perantara, seperti bank atau perusahaan penyedia dompet digital dan proses penerbitannya pun tidak dimonopoli oleh satu institusi, seperti bank sentral. karena, kalau ada pihak ketiga yang jadi perantara proses transaksi ekonomi yang terjadi dimonitor dengan ketat distribusi dan peredaran uang juga dikendaliin pakai suku bunga dan proses penerbitan uangnya dimonopoli sama bank sentral. Gak cuma itu aja, layanan penyimpanan atau proses transfer pun dikenai biaya yang lumayan mahal sama pihak bank.

Nah, crypto currency ini hadir dan nawarin solusi supaya setiap orang bisa ngelakuin proses transaksi ekonomi secara independen pake sistem yang nggak bisa dikendalikan oleh siapapun, tapi punya jaringan yang bisa mendokumentasikan setiap transaksi secara otomatis tanpa harus ada institusi yang mengelola.

Siapa Penemu Bitcoin?

Wah menarik banget ya idenya… sebetulnya gagasan awal crypto currency ini sudah ada lho sejak tahun 1998, Tapi saat itu, secara teknis sistem ini belum bisa diimplementasiin, karena kalau nggak ada pihaknya mencatat setiap transaksi setiap orang. jadi bisa menduplikasi uang digital sebanyak mungkin. nah, masalah itu akhirnya diselesaikan di tahun 2008 oleh orang yang misterius banget dan pakai nama samaran “Satoshi Nakamoto” dengan pake teknologi blockchain di bulan Januari tahun 2009, konsep crypto currency dengan teknologi blockchain ini diluncurkan untuk pertama kalinya dan dikasih nama Bitcoin.

Bisa dibilang, Bitcoin ini adalah crypto currency pertama yang sukses dibikin, terus gimana ceritanya sih, Bitcoin bisa terdistribusi ke banyak orang, dan setiap orang bisa saling bertransaksi pakai Bitcoin? pertama nih, Bitcoin harus punya jaringan, tapi jaringan itu tidak boleh terpusat di satu server, tidak boleh dikelola sama satu perusahaan dan tidak boleh ada yang ngendaliin.

Emang kenapa sih Bitcoin gak boleh ada yang ngendaliin? karena kalau Bitcoin itu bisa dikendalikan oleh satu pihak, ujung-ujungnya sama aja kayak mata uang digital saat ini yang dikendalikan sama bank sentral ataupun oleh server perusahaan tertentu. terus caranya gimana dong? Caranya adalah dengan bikin banyak komputer rumahan di seluruh dunia jadi server yang terpencar-pencar dan berfungsi buat nyimpen, merekam, dan mengkonfirmasi seluruh data transaksi Bitcoin.

Bitcoin Miners atau Penambang Bitcoin

Para penggagas awal Bitcoin seperti Satoshi, Hal Finney, Gavin, dkk, mulai mempopulerkan konsep ini dengan cara membujuk teman-temannya, buat jadi server-server Bitcoin. gimana sih caranya supaya sebuah komputer bisa jadi server Bitcoin? nah, komputer itu ditugaskan untuk menyelesaikan sandi matematika di jaringan blockchain, kalau komputer itu bisa menyelesaikan sandi matematika tersebut, komputer tersebut bakalan dapat hadiah berupa Bitcoin.

Selain itu, komputer tersebut juga bakal berfungsi sebagai server di antara banyak jaringan server lainnya yang bertugas buat ngerekam dan mengkonfirmasi proses transfer Bitcoin di seluruh dunia. itu sebabnya, kenapa jaringan ini dinamain “blockchain” dan orang-orang yang mengoperasikan komputer itu sering disebut sebagai “Bitcoin miners” atau “penambang Bitcoin”.

Dengan adanya jaringan server yang terpencar-pencar atau blockchain, transaksi Bitcoin bisa dilakuin secara independen tanpa harus melalui perantara bank atau perusahaan tertentu. Nah, hal ini menjadikan nilai jual fungsional dari Bitcoin itu sendiri, misalnya kamu mau transfer uang dari Indonesia ke negara lain, kamu bisa transfer uang lewat bank atau institusi keuangan tertentu dan bayar biaya layanan proses transfernya, makan waktu beberapa jam atau bahkan beberapa hari kerja belum lagi nih, diperluin kehadiran institusi keuangan dari pihak pengirim maupun pihak penerima di lokasi geografis masing-masing.

Dengan crypto currency, semua orang bisa ngelakuin transfer dari seluruh dunia cuma dalam waktu beberapa menit saja, tanpa perlu ada perantara sama sekali karena yang melakukan verifikasi transfernya itu adalah jaringan blockchain yang terpencar-pencar di seluruh dunia. nah, dalam hal ini kamu bisa ngeliat perbedaan crypto currency dengan mata uang digital tradisional lainnya. sayangnya, penggunaan crypto currency ini banyak berbenturan dengan hukum.

Jadi ada banyak persepsi negatif terkait crypto currency, khususnya Bitcoin di fase awal, Bitcoin itu sempat populer dan dipakai sebagai mata uang dark web untuk transaksi barang-barang ilegal dan juga sebagai instrumen donasi ke “wikileaks” sebuah media yang nyebarin informasi rahasia pemerintah. makanya, Satoshi itu pernah bilang kayak gini di forum kriptografi sebelum akhirnya dia ngilang dan nggak ada yang tahu identitasnya sampai sekarang.

Terlepas dari itu, penggunaan Bitcoin terus naik dengan fantastis sejak Maret 2010 ketika bitcoinmarket.com  mulai beroperasi sebagai Bitcoin exchange pertama di dunia di bulan Mei 2010. Laszlo Hanyecz, seorang programmer dan penggiat kriptografi buat pertama kalinya melakukan transaksi konsumsi pakai Bitcoin, dia minta member di sebuah forum untuk membeli dua box pizza dan dia bayar orang tersebut sebesar 10.000 Bitcoin saat itu, satu Bitcoin kira-kira sekitar Rp50 saja dan harga 2 box pizza itu setara dengan Rp500.000. tetapi nilai dari 10.000 Bitcoin itu setara dengan Rp1,3 trilliun.

Cara Memulai Bisnis Dari Nol

Bayangin deh, kenaikan harga Bitcoin sejak pertama kali beredar sudah jutaan persen. nah, mungkin kamu penasaran, apa sih yang bikin harga Bitcoin naik tinggi banget? sesuai hukum ekonomi, kenaikan harga sebuah entitas selalu disebabkan dengan dua hal:

  • 1. Banyaknya permintaan terhadap entitas tersebut.
  • 2. Keterbatasan atau kelangkaan dari entitas tersebut dari sisi kelangkaan.

Satoshi Nakamoto dan para programmer awal Bitcoin membatasi jumlah Bitcoin, maksimal 21 juta unit Bitcoin dan jumlah tersebut baru akan tercapai di tahun 2140. jadi bisa dibilang, jumlah Bitcoin itu terbatas dan nggak ada seorangpun yang bisa memproduksi lebih dari jumlah tersebut dari sisi permintaan penggunaan Bitcoin mulai sebagai mata uang dan komoditas yang diperjualbelikan di bursa crypto currency dengan volume transaksi yang terus naik dari tahun ke tahun.

Kamu perlu tahu juga nih, salah satu kelemahan Bitcoin itu adalah “fluktuasi nilainya yang sangat agresif”. bayangin deh, waktu itu, Bitcoin menyentuh harga tertingginya di Juni 2011, di angka 30 dollar harganya tuh turun 93%, sampai nyentuh 2 dollar di Desember 2011, begitu juga ketika Bitcoin nyentuh harga 1.200 dollar di November 2013 harganya turun 83% jadi 200 dollar di bulan Maret 2015 dan waktu harga Bitcoin menyentuh rekor tertingginya di 19.000 dollar di akhir tahun 2017 harganya sempet turun 84% menjadi 3.000 dollar di Desember 2018.

Hingga puncak harga bitcoin mengalami pucak tertingginya di bulan februari tahun 2021 karena efek dari pengusaha besar, Elon Musk yang memborong bitcoin, menyebabkan harganya meledak hingga 700 jutaan/ Bitcoin… terlepas dari banyak cerita manis yang kita dengar dari para investor dan penambang Bitcoin, tidak jarang juga kita dengar berita buruk dari banyak orang yang mengalami kerugian parah, bahkan bangkrut gara-gara berspekulasi saat melakukan transaksi jual-beli crypto currency. karena fluktuasi harga yang tinggi ini, tidak jarang juga pelaku pasar modal dan trader forex di seluruh dunia ikut berpartisipasi dalam perdagangan crypto currency untuk mendapatkan keuntungan berupa capital gain.

Di Indonesia sendiri, Bitcoin berstatus sebagai komoditas aset digital yang bisa diperjualbelikan tapi belum diakui sebagai alat pembayaran yang sah sampai saat ini,karena OJK [otoritas Jasa Keungan] tidak mengakui keberadaan bitcoin walaupun sudah ada banyak platform yang bisa dipakai buat beli dan jual Bitcoin di Indonesia pakai mata uang Rupiah. pertanyaannya, gimana sih masa depan Bitcoin atau crypto currency yang lain kayak Ethereum, Bitcoin Cash, Litecoin, dan lain-lain?

Kita tidak akan pernah tahu apa yang bakal terjadi di masa depan, sejauh mana sih cryptocurrency ini bisa diterima oleh publik dan penggunaannya bisa semakin aktif atau malah, cryptocurrency itu ternyata cuma sebatas pada komoditas digital yang diperjualbelikan dan harganya bakalan terus berfluktuasi berdasarkan spekulasi saja.

Satoshi sendiri pernah bilang “I’m sure that in 20 years, there will either be very large transaction volume or no volume.” nah, pada saat kamu baca artikel ini di masa depan, berapa sih harga Bitcoin saat itu? tulis di kolom komentar ya.

Apakah Bitcoin bisa nembus rekor tertingginya di harga Rp1 Milyar? atau malah harganya jatuh sampai tidak bernilai lagi? Oke deh, segitu saja pembahasan kali ini tentang cryptocurrency khususnya Bitcoin. buat kamu yang tertarik sama topik seputar dunia keuangan, ekonomi, dan investasi kamu bisa selalu baca blog ini untuk mendapatkan konten-konten artikel terbaik dari kami. buat kamu yang aktif di instagram, jangan lupa juga subscribe youtube kami karena kami  aktif untuk membagikan insight yang menarik di youtube. sampai ketemu lagi di artikel post selanjutnya…

Baca Juga: Usaha Jajanan Anak Dengan Modal Kecil Dan Laba Besar