Pembobolan Rekening Kembali Ramai, Ini Cara Menjaga Kode OTP
kode OTP

Pembobolan Rekening Kembali Ramai, Ini Cara Menjaga Kode OTP

9 views

Cara Menjaga Kode OTP

Hampir semua orang memanfaatkan semua platform digital di HP smartphonenya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Misalnya saja untuk kegiatan transfer online. Saat ini untuk melakukan transfer uang tidak perlu di bank, namun semuanya bisa dilakukan secara online lewat aplikasi mobile banking, e-commerce, dan internet banking.

Umumnya setiap pemakaian akun digital apapun dan melakukan transaksi online, maka pengguna akan mendapatkan kode OTP yang dikirim lewat SMS secara langsung ke nomor teleponnya. Namun karena orang-orang terkadang sering tidak berhati-hati, sehingga mereka mengalami pembobolan rekening pada akun digitalnya.

Penyebab Pembobolan Rekening

Kode OTP yang diberikan ketika melakukan transaksi online ini sebenarnya tidak hanya sekedar angka biasa yang harus dimasukkan ke dalam platform digital Anda. Namun kode ini sangat penting sekali untuk pemilik akun. Bahkan bisa dibilang bahwa kode ini sifatnya sangat rahasia sekali. Jadi jangan sampai ada orang lain yang tahu bila tidak ingin kebobolan.

Lebih buruknya lagi adalah baru-baru ini terjadi tindakan pembobolan rekening karena seseorang memberikan kode OTP kepada orang lain. Bahkan Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri telah meringkus sebanyak 10 pelaku aksi pembobolan yang dilakukan kepada 3.070 rekening.

Modus penipuan tersebut dilakukan untuk mendapat kode OTP dari sang calon korban. Total kerugian yang dialami oleh nasabah senilai Rp21 Miliar. Ini adalah contoh nyata pembobolan rekening yang masih belum diketahui oleh para masyarakat. Dimana seharusnya mereka menjaga kode OTP yang bersifat rahasia ini kepada semua pihak.

Maka dari itu jangan pernah memberikan kode OTP kepada pihak lain. Terlebih bila ada seseorang yang mengaku sebagai pihak bank atau perusahaan tertentu dengan alasan akan memberikan hadiah khusus untuk Anda. Melihat hal tersebut, sudah seharusnya bila setiap orang tahu apa yang dimaksud dengan kode OTP.

Cara Aman agar Nomor PIN Bebas dari Pembobolan

Definisi Kode OTP

Kode OTP disebut juga dengan one time password. Yaitu sebuah kode verifikasi (kata sandi) yang digunakan dalam sekali pakai saja. Kode ini tersusun atas 4 sampai 6 digit karakter. Biasanya berupa angka unik dan sifatnya rahasia. Karena dikirim langsung dari pihak operator lewat email atau SMS.

Dengan menggunakan kode OTP ini maka bisa dilakukan proses autentikasi saat pengguna memasukkan username dan passwordnya. Setidaknya ini merupakan salah satu cara untuk mengamankan akun ketika melakukan transaksi keuangan dalam sebuah akun aplikasi.

Karena keberadaannya begitu penting, hal ini membuat banyak aplikasi mulai menggunakan kode OTP untuk banyak hal. Misalnya saja saat menggunakan dompet digital, belanja online, pinjaman online, dll. Hal ini perlu dilakukan demi mencegah aksi kejahatan ataupun tindakan kriminal yang dapat merugikan satu pihak (pemilik akun).

Dengan adanya kode OTP inilah maka data pribadi dan keuangan Anda akan selalu terjaga dengan baik. Karena tanpa adanya kode tersebut, maka segala transaksi keuangan tidak akan diproses. Maka dari itu setiap pengguna harus lebih berhati-hati dan menjaga rahasia saat menggunakan kode OTP tersebut.

Jika tidak, ditakutkan akan terjadi hal-hal yang merugikan akibat dari kode OTP yang dicuri oleh orang lain. Maka dari itu supaya lebih mengenal tentang kode ini, maka sebaiknya pahami ciri-cirinya lebih jauh. Untuk lebih detailnya akan kami kupas selengkapnya tentang ciri-cirinya berikut ini!

Waspada! Inilah 5 Modus Penipuan di ATM Paling Ramai

Ciri-Ciri Kode OTP

Sebagai seorang pengguna aplikasi, Anda harus memahami dengan baik karakteristik dari sebuah kode OTP. Sehingga Anda bisa lebih menjaga dan berhati-hati saat menggunakan aplikasi tersebut. Di bawah ini adalah ciri-ciri dari penggunaan kode OTP, antara lain:

  • #1. Hanya Digunakan 1x

Sesuai dengan namanya, yaitu one time password. Itu artinya password tersebut hanya dapat dipakai 1 kali saja. Hal ini berlaku untuk aplikasi manapun. Dengan sekali pemakaian saja, maka diharapkan tidak terjadi penyadapan atau pembobolan kata sandi. Karena kodenya hanya berlaku 1 kali saja. Jadi bila kode pertama sudah digunakan dan ingin melakukan transaksi lagi, maka Anda harus meminta kodenya lagi.

  • #2. Memiliki Batasan Waktu

Kode yang dikirim oleh operator ini memiliki waktu yang terbatas. Anda tidak dapat menggunakan kapan saja karena punya masa aktif yang terbatas. Biasanya penyedia aplikasi memberikan batasan waktu dari 2 sampai 5 menit saja kepada penggunanya. Bila melebihi dari itu, maka kodenya hangus dan tidak bisa dipakai lagi. Jadi pengguna harus meminta kode yang baru.

  • #3.  Konteksnya Kecil

Demi keamanan dan kenyamanan penggunanya, maka kode OTP ini hanya bisa dipakai untuk kepentingan tertentu saja. Misalnya saja untuk bank yang menggunakan kode OTP untuk sekali transaksi tertentu. Namun ada juga bank yang memberi kode tersebut saat nasabah ingin masuk (log in) ke dalam aplikasi m Banking untuk melakukan transaksi.

Tips Melindungi Kode OTP

Kemkominfo dalam akun Twitternya mengingatkan kepada masyarakat supaya selalu waspada terhadap segala tindakan penipuan yang memanfaatkan kode OTP. Kejahatan pembajakan kode one time password ini dilakukan dengan pengambilalihan kode OTP korban oleh pelaku kejahatan. Sehingga mereka dapat mengeksploitasi uang elektronik milik korban.

Melihat hal tersebut, setiap pengguna aplikasi digital yang ingin melakukan transaksi online harus bisa melindungi kode OTP sendiri demi keamanan transaksinya. Berikut ini adalah cara melindungi kode OTP sendiri, antara lain:

  1. Jangan mudah percaya terhadap nomor telepon tidak dikenal, baik itu lewat SMS, WA, dan telepon yang mengatasnamakan sebuah perusahaan perbankan atau aplikasi digital manapun.
  2. Anda harus selalu waspada terhadap segala informasi seputar update data dengan alasan melakukan perbaikan data identitas, sistem, dll. Kemudian ada pihak yang meminta password dan kode OTP Anda. karena bisa saja itu adalah aksi penipuan.
  3. Jangan pernah memberi kode OTP yang diterima kepada siapapun termasuk orang terdekat Anda.
  4. Anda harus selalu rutin mengubah PIN dan password perbankan secara berkala. Bila perlu buat pin yang unik agar sulit ditebak orang lain.
  5. Aktifkan verifikasi 2 langkah dan selalu update sistem aplikasi ponsel secara berkala.

5 Modus Penipuan di ATM Paling Ramai

Pentingnya Lapor saat Ada Modus Penipuan OTP

Bila Anda mendapati ada tindakan yang mencurigakan terhadap seseorang karena ada yang meminta kode OTP dari orang tidak dikenal, bahkan uang elektronik Anda berkurang tiba-tiba, maka segera laporkan hal ini kepada pihak yang berwajib.

Untuk tahapan permulaan, Anda bisa melakukan pengaduan kepada pihak call center dulu yang menyediakan aplikasi tersebut atau bank. Dengan begitu tindakan kejahatan tersebut segera ditelusuri dengan cepat. Barulah kemudian pihak bank atau aplikasi bisa segera melakukan pemblokiran akun.

Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan data penting yang lain. Selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Dengan begitu akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut sampai kasusnya selesai. Cara ini efektif membuat orang yang berniat buruk tidak mengulangi lagi kejahatannya. itu lah sekedar informasi tentang Cara Menjaga Kode OTP, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Ciri-Ciri Penipuan Perbankan Online