instrumen pasar uang
instrumen pasar uang

Kenali Terlebih Dahulu Instrumen Pasar Uang Sebelum Berinvestasi

19 views

Dunia perdagangan masih menjadi sebuah topic menarik dibahas. Terlebih saat bicara soal pasar uang. Dalam proses ini juga terdapat produk diperdagangkan layaknya pasar tradisional. Instrumen pasar uang menjajakan produk layaknya pasar modal yakni berupa dokumen berharga. Namun bedanya, otoritas yang mengawasi serta masa berlaku dokumen tersebut lebih singkat. Apa saja instrumennya? Berikut ini ulasan selengkapnya:

1. Commercial Paper

Surat Berharga Komersial menjadi instrumen yang cukup sering digunakan dalam transaksi pasar uang. Dokumen ini menjadi suatu surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah bank maupun perusahaan yang memiliki kapasitas besar.

Secara umum Commercial Paper hanya digunakan untuk jangka waktu pendek atau hanya sebagai asset inventaris guna sumber modal kerja. Dokumen ini juga menjadi alternative pembiayaan selain bank karena memiliki sumber modal yang lebih murah.

2. Sertifikat Deposito

Saat membahas pasar keuangan Indonesia ,tentu tidak jauh dari istilah Sertifikat Deposito. Sama halnya seperti surat berharga pada umumnya. Sertifikat Deposito ialah suatu dokumen yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan yang ditujukan kepada pelaku investor sebagai bukti untuk kemudian dapat diperjual-belikan.

Dalam proses pengajuannya terdapat beberapa hal yang patut diperhatikan. Seperti halnya suku bunga, jangka waktu dan institusi terpercaya yang bertugas menaunginya. Sebab akan berpengaruh pada keamanan sertifikat yang nantinya akan dimiliki.

3. Sertifikat Bank Indonesia

Bank Indonesia sebagai bank nasional berwenang mengeluarkan surat Sertifikat yang kemudian semua kebijakan bergantung kepadanya. Adapun jangka waktu yang dipergunakan cukup pendek yakni 1 bulan hingga 1 tahun. Adanya dokumen ini juga menjadi suatu upaya dalam pengendalian inflasi nilai tukar rupiah. Oleh karenanya dapat mengontrol peredaran rupiah.

4.Banker’s Acceptance

Banker”s Acceptance ialah dokumen yang diberikan kepada pelaku ekspor untuk berbagai barang baik ekspor maupun impor yang telah melalui proses transaksi. Keberadaaan dokumen ini dinilai mempermudah para investor ataupun eksportir serta dapat melonggarkan terjadinya gagal bayar.

Dapat dikatakan jika  BA merupakan dokumen yang  terdiri dari nominal yang telah disesuaikan  melalui proses transaksi yang terjadi. Begitupun mengenai kesepakatan jatuh tempo telah dilakukan yang berikutnya dapat dijadikan jaminan bagi si pemiliki surat.

5. Interbank Call Money

Suatu bank bisa saja mengalami kekurangan dana akibat kekalahan dari proses kriling. Bagi pihak yang kalah bisa mendapatkan sanksi dari Bank Indonesia apabila tidak mampu menutupi kekalahanya. Oleh sebab itu guna menghindari hal tersebut pihak bank yang kalah dapat meminjam dana dari bank lain yang disebut sebagai Interbank Call Money

6. Promissory Note

Melihat dari namanya pasti banyak yang menduga jika dokumen ini merupakan dokumen perjanjian. Jika iya, maka hal itu adalah benar. Secara garis besar, surat ini merupakan dokumen yang berisi perjanjian bahwa suatu pihak sanggup membayar kepada pihak lain.

Kemudian di dalamnya dilengkapi dengan penjelasan mengenai sejumlah pokok pinjaman disertai dengan jumlah bunga serta waktu pembayarannya. Selain itu disertakan pula dengan kesepakatan apabila si pembayar tidak mampu membayar.

7. Treasury Bills

Seperti yang telah disinggung, semua dokumen yang tercatut dalam proses perdagangan dalam pasar uang meliputi sebuah dokumen penting berjangka pendek. Begitu pula dengan Treasury Bills.

Dokumen ini hanya diterbitkan oleh lembaga obligasi Pemerintah. Dalam penerapannya biasanya pelaku investasi akan membeli saat harga turun. Kemudian akan memperolah hasil dari besaran selisih nominal saat jatuh tempo.

Bicara tentang instrumen pasar uang, ternyata banyak orang yang belum paham mengenai berbagai produknya. Setelah membaca ulasan di atas, diharapkan mampu memberikan sedikit gambaran yang mungkin bermanfaat.