Jenis Laporan Keuangan

Memahami Jenis-Jenis Laporan Keuangan Yang Biasa Digunakan Pemilik Usaha

0 views

Jika Anda adalah seorang pengusaha, tentu Anda harus mengetahui jenis laporan keuangan yang sesuai dengan bisnis Anda. Laporan ini merupakan satu hal yang penting untuk para pembisnis. Karena dengan hal tersebut Anda akan lebih mudah memantau dan mengetahui kondisi finansial bisnis Anda. Dalam menjalankan sebuah bisnis, baik bisnis berskala kecil maupun besar. Laporan keuangan merupakan hal yang sangat penting. Data-data yang ada di dalamnya akan membantu Anda dalam mengambil keputusan pentin terkait bisnis Anda.

Dengan adanya laporan keuangan, maka Anda juga akan terbantu dalam hal penyusuan strategi marketing. Sebuah bisnis yang sukses tentu mempunyai kondisi keuangan yang sehat dan juga tertata rapi. Namun, banyak pemilik usaha yang belum bisa menerapkan hal tersebut dengan baik. Nah, pada artikel kali ini, penulis akan membahas lebih lanjut mengenai jenis laporan keuangan yang biasa digunakan oleh pemilik usaha.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Untuk sebagian pengusaha yang masih mengelola keuangan bisnisnya sendiri. Pasti mereka masih merasa kesusahan dan bingung bagaimana cara memulainya. Seperti yang kita ketahui bahwa laporan keuangan memang tergolong kompleks dan perlu bantuan orang-orang yang sudah ahli atau berpengalaman. Namun, laporan ini mempunyai peran penting di dalam sebuah bisnis. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika Anda belajar dan memahami bagiamana cara mengelola kuangan bisnis sendiri.

Apabila sebuah usaha tidak memiliki laporan keuangan, maka seringkali uang yang keluar ataupun masuk tidak tercatat. Oleh karena itu, pemiliki usaha akan kalang kabut saat perhitungan modal, laba, atau rugi di akhir bulan. Nah, keberadaan laporan kuangan ini akan sangat membantu dalam mengantisipasi hal tersebut. Di bawah ini adalah beberapa jenis laporan keuangan yang perlu Anda pahami.

Laporan Keuangan Laba Rugi

Jenis laporan ini umumnya harus ada di sebuah perusahaan. Sebab, laporan keuangan yang satu ini dapat membantu Anda dalam mengetahui performa usaha di periode tertentu. Laporan ini biasanya memuat tentang aspek pendapatan, beban pajak, aspek minoritas, dan lain-lain. Ini bisa menjadi acuan pemilik bisnis dalam menentukan modal yang akan dipakai di masa mendatang. Sebab, tujuan laporan ini sendiri adalah untu menjelaskan seberapa kerugian yang Anda dapatkan. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan laporan tersebut untuk membandingkan pengeluaran dari periode sebelumnya. Sehingga dapat membantu Anda dalam membuat efektfitas penganggaran.

Jenis laporan keuangan yang satu ini memiliki 2 kategori, yaitu:

1. Single Step

Kategori yang satu ini paling umum digunakan oleh bisnis-bisnis yang tidak terlalu besar. Sedangkan cara kerja laporan keuangan single step adalah mencatat seluruh pendapatan serta keuntungan yang ditempatkan di awal laporan. Lalu diikuti dengan laporan seluruh biaya yang harus dikeluarkan. Dari selisih antara total pendapatan dan juga beban biaya, akan dijadikan sebagai data untuk menganalisis untung dan rugi.

2. Multiple Step

Laporan jenis ini dilakukan dengan cara mengklasifikasi transaksi operasional dan juga non operasional. Kemudian setelah itu dibandingkan dengan pendapatan dan beban di masing-masing transaksi. Pada kategori laporan ini, Anda juga bisa melihat perbedaan antara aktivitas insidensial dan aktivitas biasa.

Laporan Keuangan Arus Kas (Cash Flow)

Jika sebelumnya kita sudah membahas mengenai laporan laba-rugi, kali ini kita akan membahas tentang jenis laporan arus kas. Biasanya, laporan jenis ini memuat semua transaksi atau biaya yang masuk dan keluar. Dengan adanya laporan keuangan arus kas, maka Anda akan terbantu dalam mengetahui arus kas yang terjadi pada periode sebelumnya. Selain itu, arus kas juga dapat menjadi pedoman dalam merancang perencanaan keuangan pada periode selanjutnya.

Laporan Keuangan Neraca

Laporan keuangan jenis ini merupakan laporan yang paling penting dimiliki oleh sebuah perusahaan. Laporan ini biasanya memuat tentang aset, kewajiban perusahaan, dan ekuibilitas. Aset sendiri umumnya diambil dari hasil penjumlahan liabilitas dan ekuibilitas. Selain itu, dengan adanya laporan keuangan neraca, Anda bisa melihat saldo kas yang tersisa, jumlah investasi properti, jumlah uang, dan juga deposit pelanggan. Dengan begitu, Anda akan elbih mudah mendapatkan rincian detail terkait status baik atau buruknya keuangan usaha Anda dibandingkan kondisi periode sebelumnya.

Laporan Keuangan Perubahan Modal

Setiap pemilik usaha tentu ingin mengeluarkan modal yang lebih kecil dari periode sebelumnya. Namun hal tersebut juga bisa saja tidak dapat dilakukan. Nah, dengan adanya laporan jenis ini, Anda bisa membuat sebuah perubahan modal. Akan tetapi sebelum Anda menyusun laporannya, Anda harus menyelesaikan jenis laporan keuangan laba-rugi terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar Anda mengetahui apakah usaha Anda mengalami kerugian atau mendapat keuntungan. Kemudian setelah itu, Anda dapat membuat laporan perubahan modal. Apakah modal yang akan dikeluarkan lebih besar dari sebelumnya atau lebih kecil. Lalu Anda dapat menganalisis penyebabnya.

Apabila terjadi penyusutan modal, maka sebaiknya Anda segera mencari penyebabnya. Hal ini bertujuan agar modal yang akan dikeluarkan selanjutnya bisa berkurang. Adapun hal lain yang perlu Anda perhatikan saat menyusun laporan keuangan perubahan modal adalah modal di awal periode, beban pajak, pengambilan dana pribadi, serta laporan laba-rugi.

Laporan Keunagan Akuntansi Utang

Jenis laporan keuangan yang satu ini tidak kalah penting dari jenis laporan lainnya. Laporan keuangan ini berfungsi untuk memberi informai lengkap terkait dana yang dipinjam untuk keperluan bisnis. Ketika menyusun laporan ini, Anda harus menuliskan umur utang. Sehingga hal tersebut akan memudahkan Anda dalam mengambil keputusan berdasarkan arus kas yang ada di bisnis Anda.

Laporan Keuangan Catatan Atas Laporan Keuangan

Setelah kita membahas 5 jenis laporan keuangan di atas, kali ini kita akan membahas satu jenis laporan yang tidak kalah penting dari kelima jenis di atas. Yaitu jenis laporan keuangan, Catatan Atas Laporan Keuangan. Catatan tersebut berguna untuk merancang review atas laporan-laporan yang lain. Umumnya catatatn atas laporan keuangan memuat analisis data yang lebih detail dan rinci, mulai dari neraca, laba rugi, dan laporan arus kas yang digunakan sebagai bahan review atau pembuktian.

Itulah beberapa penjelasan mengenai jenis laporan keuangan yang biasa digunakan oleh para pemilik bisnis. Untuk Anda para pemilik bisnis, usahakan untuk selalu menyusun laporan keuangan di setipa periode akuntansi. Nah, bagia Anda yang masih bingung tentang penyusunan laporan keuangan, Anda bisa meminta bantuan para ahli atau menggunakan aplikasi pengelola keuangan yang tersedia di internet.

Beberapa jenis laporan keuangan di atas dapat menjadi acuan, apakah bisnis Anda kedepannya akan menjadi lebih baik atau tidak. Dengan adanya laporan keuangan kita akan lebih mudah memantau perkembangan bisnis beserta keuangannya. Dengan begitu, perencanaan strategi pemasaran tentu akan lebih terarah dan tertarget. Yuk segera rancang laporan keuangan Anda dan rasakan manfaat yang didapatkan.