Jenis Obligasi Pemerintah Yang Perlu Diketahui Sebelum Berinvestasi
jenis obligasi pemerintah

Jenis Obligasi Pemerintah Yang Perlu Diketahui Sebelum Berinvestasi

22 views

Memilih investasi dengan margin keuntungan yang tinggi, umumnya akan berdampingan pula dengan resiko yang besar. Contohnya, saham, reksadana, atau obligasi. Namun, hal tersebut sangat mungkin dihindari, jika investasi yang dipilih ditawarkan pemerintah. Hal yang terpenting adalah mengetahui detail jenis obligasi pemerintah sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Kekhususan Obligasi Pemerintah

Seluruh jenis obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, memiliki ciri khusus yang serupa yaitu berfungsi sebagai surat utang dari negara kepada masyarakat yang membelinya. Artinya, ada resiko yang sangat minim bahkan zero risk terhadap gagal bayar. Obligasi pemerintah tergolong aman sepanjang pemerintahan negara tersebut, sebagai penjamin pembayaran, masih berdaulat.

Karakteristik berikutnya adalah, bahwa obligasi pemerintah dikeluarkan dan dikumpulkan dananya untuk digunakan sebagai sumber dana pembangunan. Hal ini berarti, jika seseorang berinvestasi dengan membeli obligasi pemerintah, maka sekaligus juga berkontribusi pada pembangunan di berbagai sektor nasional.

Seperti halnya produk pasar sekunder yang lain, obligasi pemerintah pun bisa dibeli lewat bank atau sekuritas. Selain itu, kupon bagi hasilnya pun dikenai pajak sebesar 15% sebelum dibagi ke investor.

Jenis Obligasi Pemerintah

Memiliki karakteristik yang sederhana, dan zero risk, obligasi pemerintah juga memberi banyak keuntungan. Oleh karenanya, calon investor dapat mengambil penawaran salah satu dari 4 jenis investasi ini sebagai pilihan:

1. ORI

ORI merupakan obligasi pemerintah diterbitkan pertama kali pada medio 2006. Sampai sekarang, jenis obligasi pemerintah ini selalu terbit setiap tahun. Memiliki nilai minimal investasi Rp 1.000.000,00 berlaku kelipatannya sampai dengan Rp 3.000.000.000,00. ORI juga ditawarkan dengan suku bunga yang sama sejak dibuka hingga batas waktu pencairan.

Obligasi yang diperdagangkan oleh investor ritel ini bertujuan untuk membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam kepemilikan serta perdagangan obligasi negara. sepanjang kebijakan ekonomi negara ini masih stabil, ORI bisa menjadi pilihan aman untuk berinvestasi, sekaligus berperan dalam pembangunan di republik ini.

2. Sukuk Ritel

Serupa dengan jenis sebelumnya, SR atau Sukri yang diterbitkan pada Tahun 2009 ini juga diperdagangkan oleh investor ritel, melalui bank atau sekuritas. Obligasi ini adalah adalah versi syariah dari Obligasi Ritel Indonesia. Terdapat perbedaan nilai minimal pembelian Sukri, yaitu sebesar Rp 5.000.000,00. Batas maksimalnya adalah Rp 25.000.000.000,00.

Imbalannya pun tetap sampai jatuh tempo, sebagaimana karakteristik ORI. Namun karena ST adalah obligasi syariah, maka produk ini memiliki tambahan jaminan berupa aset dasar. Terakhir pada Tahun 2020, pemerintah sudah mengeluarkan Sukri (SR 012) dengan besaran kupon 6,30%.

3. SBR

Jenis obligasi ini tidak lain adalah obligasi ritel dengan pengembangan secara lebih variatif. Nilai pembelian Saving Bond Retail sama persis seperti ORI. Bedanya, obligasi ini tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder, melainkan dimiliki sampai jatuh tempo kecuali investasi dengan fasilitas early redemption. Perbedaan berikutnya dengan obligasi pendahulunya adalah, bahwa SBR ini ditawarkan dengan suku bunga mengambang (floating rate).

4. Sukuk Tabungan

Satu lagi obligasi pemerintah yang bisa dipilih adalah ST. seperti halnya Sukri, ST adalah versi syariah dari SBR. Obligasi ini memiliki karakteristik serupa dengan SBR yaitu menggunakan suku bunga mengambang. Tidak pula untuk diperdagangkan di secondary market.

Memilih diantara berbagai jenis obligasi pemerintah memang penting. Namun, disesuaikan pula dengan kemampuan investasi yang dimiliki. Meskipun dikeluarkan oleh pemerintah dan minim resiko, namun kesalahan memilih jenis investasi dapat menyebabkan kondisi ekonomi individu yang tidak sehat akibat kelalaian pengelolaan keuangan pribadi.

Baca Juga: 5 Aplikasi Saham Terpercaya di Indonesia