KPR Solusi Untuk Membeli Rumah Impian Anda
KPR Solusi Untuk Membeli Rumah Impian Anda

KPR Solusi Untuk Membeli Rumah Impian Anda

25 views

Anda sudah menabung untuk membeli rumah yang Anda inginkan, namun tabungan Anda ternyata tidak cukup untuk membelinya? Anda tidak perlu bersedih dan khawatir karena saat ini ada yang namanya KPR. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat menjadi solusi bagi Anda yang ingin segera memiliki rumah impian sendiri ataupun memperbaiki rumah yang telah Anda miliki.

2 Jenis KPR: KPR Subsidi dan Non Subsidi

KPR Rumah yang merupakan fasilitas yang disediakan perbankan untuk nasabah perorangan yang ingin membeli ataupun memperbaiki rumahnya memiliki dua jenis yaitu KPR subsidi dan non subsidi.

  • KPR Subsidi

Kredit jenis ini diatur oleh pemerintah dan dikhususkan untuk masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah. Bentuknya dapat berupa meringankan kredit dan menambah dana perbaikan atau pembangunan rumah. Tidak semua masyarakat bisa diberikan kredit jenis ini. Kredit subsidi diberikan dengan mempertimbangkan penghasilan pemohon dan maksimal kredit yang diberikan,

  • KPR Non Subsidi

KPR ini dilakukan oleh bank dan diperuntukkan untuk seluruh masyarakat. Kredit non subsidi ini ditentukan berdasarkan kebijakan masing-masing bank.

Syarat KPR secara Umum

Di laman resmi Otoritas Jasa Keuangan tentang Kredit Kepemilikan Rumah, ada beberapa persyaratan umum yang harus dilampirkan agar dapat mengajukan KPR yaitu:

  1. Kartu Keluarga
  2. KTP suami dan atau istri bila sudah menikah
  3. Laporan keuangan untuk wiraswasta
  4. Slip gaji atau keterangan penghasilan
  5. SPT PPh pribadi (bila kredit di atas Rp 50 juta)
  6. NPWP pribadi (bila kredit di atas Rp 100 juta)
  7. Salinan sertifikat (bila jual beli perorangan)
  8. Salinan sertifikat induk dan atau pecahan (bila membeli melalui developer)
  9. Salinan IMB

KPR non Subsidi terdiri dari KPR konvensional dan KPR syariah

KPR rumah yang dijalankan oleh perbankan sendiri terbagi menjadi dua yaitu KPR konvensional dan KPR syariah. Secara singkat KPR konvensional adalah KPR non subsidi biasa yang dilakukan dengan transaksi uang. Sedangkan KPR syariah dilakukan dengan transaksi barang.

KPR konvensional dijalankan oleh bank konvensional dengan menerapkan sistem berbunga. Sedangkan KPR syariah dijalankan oleh bank syariah atau UUS (Unit Usaha Syariah) dengan sistem non bunga yang terdiri dari pembiayaan jangka pendek hingga panjang untuk menangani pembelian rumah, baik baru atau bekas dengan prinsip atau akad murabahah ataupun akad yang lain.

Cara dan Tips Sukses Investasi Properti Saat Ini

Akad umum yang digunakan dalam KPR rumah syariah yaitu:

  • Akad jual beli (akad murabahah)

Akad ini dilaksanakan dengan cara bank syariah akan membeli rumah yang Anda inginkan, kemudian rumah tersebut akan dijual kepada Anda. Pihak bank akan mengambil untung dari penjualan rumah tersebut atas kesepakatan bersama, sehingga kemudian Anda dapat membelinya dengan cara mengangsur. Besar cicilan dan jangka waktunya juga ditetapkan diawal atas kesepakatan bersama dan tidak akan berubah.

  • Akad kerja sama-sewa (akad musyarakah mutanaqisah)

Akan ini dijalankan dengan cara kongsi atau berserikat. Dimana rumah dibeli bersama-sama oleh bank dan Anda dengan pembagian yang disepakati bersama (contoh: bank 70% dan Anda 20%). Kemudian Anda akan membeli rumah yang dimiliki bank tersebut dengan cara mengangsur atau mencicil sehingga seluruh aset kepemilikan rumah tersebut nantinya akan berpindah tangan kepada Anda. Besaran cicilan dan jangka waktunya juga ditetapkan atas kesepakatan bersama.

Cara Sukses Menjadi Developer Property Terkenal

Syarat KPR Syariah secara Umum

Berikut ini persyaratan yang harus Anda penuhi bila ingin mengajukan KPR syariah menurut laman resmi sikapi uangmu OJK:

  1. Berstatus WNI dan cakap hukum
  2. Usia 21-55 tahun pada saat jatuh tempo pembiayaan
  3. Tidak melebihi maksimal pembiayaan
  4. Besaran cicilan tidak lebih dari 40% penghasilan bulanan bersih
  5. Diperbolehkan atas unit yang belum selesai dibangun (untuk kepemilikan unit pertama dan tidak berlaku untuk unit selanjutnya)
  6. Pencairan pembiayaan dapat diperoleh sesuai perkembangan pembangunan ataupun kesepakatan antar pihak
  7. Untuk unit yang belum selesai dibangun pembiayaan melalui perjanjian kerja sama antara pengembang dengan bank syariah.

Cara untuk Mengajukan KPR Syariah

Di bawah ini cara KPR syariah agar dapat Anda ajukan:

  • Tentukan rumah yang ingin dibeli

Bila Anda ingin membeli melalui pengembang, Anda harus mencari informasi terkait bank yang bekerja sama dengan pengembang tersebut

  • Siapkan persyaratan untuk mengajukan KPR syariah

Pastikan Anda telah memenuhi persyaratan umum pengajuan KPR yang telah dibahas sebelumnya.

  • Mencari informasi tentang biaya KPR dan biaya jual-beli rumah

Dalam membeli rumah dengan KPR yang diperhatikan tidak hanya uang muka/DP tetapi perhitungkan juga biaya lain seperti biaya admin, asuransi, notaris, pajak provisi, pengikatan agunan dan biaya balik nama.

Selain KPR rumah, beberapa Bank juga ada yang memfasilitasi Kredit Pemilikan Tanah. Prinsip KPR tanah sendiri hampir sama dengan KPR rumah dimana bank memberikan pembiayaan kepada Anda untuk membeli tanah. Namun untuk syarat dan ketentuannya berbeda untuk masing-masing bank.

Syarat Dan Ketentuan Kredit Pemilikan Tanah

Berikut ini ada syarat dan ketentuan yang dimiliki Bank BTN untuk bisa mengajukan KPT:

  1. Maksimal kredit Rp 7,5 milyar dan maksimal 50% dari total biaya dalam pembelian lahan dengan peruntukan subsidi
  2. Badan usaha berbadan hokum dan non badan hokum
  3. Berpengalaman minimum 1 tahun pada bidangnya
  4. Berperformance baik dan tidak memiliki masalah kredit

Untuk lebih lengkapnya mengenai kelengkapan dokumen maupun cara mendaftar Anda dapat mengunjungi laman resmi Bank BTN ataupun datang langsung ke Bank BTN untuk mendapat informasi lebih rinci.

Beberapa bank konvensional lain yang menyediakan KPT bagi nasabahnya ada bank BNI, CIMB Niaga, Maybank, BCA dan bank Mandiri. Sedangkan bank syariah yang menyediakan fasilitas ini ada bank BNI syariah, dan BRI Syariah. Untuk cara KPR tanah selengkapnya dapat Anda tanyakan langsung ke bank kepercayaan Anda.

Perhatikan Hal Berikut Ini saat Ingin Melakukan KPR

  1. Jika Anda membeli rumah atau tanah perorangan, pastikan sertifikatnya tidak bermasalah dan IMBnya telah sesuai dengan yang ada
  2. Jika Anda membeli rumah dari developer, pastikan developer memiliki ijin-ijin berikut ini:
  • Ijin untuk tanah: ijin lokasi, site plan yang sudah sah, aspek penatagunaan lahan dan sebagainya
  • Tersedia prasarana
  • Kondisi tanah telah matang
  • Sertifikat tanah minimum SHGB atau HGB induk atas nama developer tersebut
  • IMB induk
  1. Lakukan riset pada penjual baik perorangan ataupun developer. Jangan membeli rumah yang masih dalam jaminan bank, pastikan Anda terlebih dahulu mengalihkan kredit pada bank yang bersangkutan dan buatlah akta jual beli di hadapan notaris. Jangan melakukan pengalihan kredit hanya didasarkan kepercayaan atau hanya dengan bukti kuitansi karena transaksi seperti ini tidak akan diakui oleh bank.

Keuntungan KPR rumah ataupun tanah Anda tidak harus menyiapkan uang tunai untuk membeli rumah yang Anda inginkan Anda cukup menyiapkan uang muka, selain sistem KPR ini memiliki jangka waktu panjang, angsuran dapat Anda cicil dengan ekspektasi peningkatan penghasilan Anda.

Baca Juga: Cara Bisnis Properti Kecil Kecilan yang Menguntungkan