Penipuan Perbankan Online Semakin Pintar, Kenali Ciri-Cirinya!
Penipuan Perbankan Online Semakin Pintar

Penipuan Perbankan Online Semakin Pintar, Kenali Ciri-Cirinya!

18 views

Penipuan Perbankan Online Semakin Pintar

Sekarang ini melakukan transaksi keuangan semakin mudah hanya lewat genggaman tangan saja. Karena semuanya bisa diakses secara online. Hal ini berlaku sama ketika ingin mengajukan pinjaman uang, pembukaan buku rekening tabungan, kartu kredit, pay later, dll. Hanya dengan foto selfie memegang KTP, maka pengajuan Anda bisa langsung diproses.

Itu artinya masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor langsung. Selanjutnya pihak kantor yang bersangkutan akan menghubungi Anda untuk melakukan verifikasi. Bila disetujui, maka permintaan Anda akan diproses langsung. Namun meski mudah, sebaiknya berhati-hatilah dalam melakukannya. Karena foto selfie dengan KTP sering diincar oleh pihak yag tidak bertanggung jawab untuk melakukan teknik phising.

Modus Kejahatan Perbankan yang Sedang Marak

Salah satu modus kejahatan online yang dilakukan untuk mengelabui korbannya dengan cara menipu adalah teknik phishing. Tujuannya tidak lain untuk mencuri data informasi pribadi yang penting, seperti identitas diri, kode PIN rahasia, password, kote OTP yang digunakan untuk akun keuangan (mobile banking, SMS banking, internet banking, dompet digital, pay later, dan kartu kredit).

Cara Aman agar Nomor PIN Bebas dari Pembobolan

Saat data-data yang dibutuhkan berhasil dicuri, akun korbannya langsung jebol dan uangnya terkuras habis. Biasanya aksi tersebut dilakukan lewat media sosial dan email dengan cara mengirim link palsu atau membuat situs bohong. Untuk itu kenali modus kejahatan perbankan yang sedang marak dengan memperhatikan cara di bawah ini:

  • #1 Verifikasi Identitas

Modus phising yang sering ditemukan berbentuk email masuk dari bank, perusahaan penyedia aplikasi dompet digital, media sosial, dll. Isinya berupa informasi untuk meningkatkan keamanan, hadiah, dll. Biasanya korbannya diminta untuk membuka tautan yang dikirim (situs palsu milik pelaku berbentuk halaman formulir).

Sehingga secara tidak sadar korban akan mengisi data kredensial, kode CVV, kode PIN, nama ibu kandung, nomor telepon, alamat, dll. Selain itu, biasanya korbannya akan diminta untuk mengunggah foto selfie memegang KTP atau dokumen lainnya yang jelas. Bila ada hal seperti itu, sebaiknya pikirkan baik-baik. Karena tidak ada pihak resmi manapun yang meminta kode PIN dari Anda. Jika ada, itu pasti jelas penipuan.

  • #2 Foto Selfie KTP 

Foto selfie memegang KTP merupakan salah satu cara yang sering dilakukan untuk melakukan registrasi layanan online. Hal seperti ini bersifat rahasia. Itulah sebabnya berhati-hatilah bila ada yang meminta hal ini. Karena biasanya penipu menggunakan berbagai macam cara untuk mendapatkan uang. Saat Anda mengirim foto selfie tersebut, mereka akan membuat akun nama Anda.

Misalnya dalam bursa mata uang crypto, maka cara ini digunakan untuk melakukan pencucian uang. Akibatnya Anda bisa terlibat masalah hukum meski tidak sedang melakukan apa-apa. Disamping itu hal ini biasanya juga digunakan oleh penipu untuk melakukan transaksi di pasar gelap dengan harga fantastis. Setelah itu, data Anda digunakan sesuka hati oleh pembeli.

Ciri-Ciri Penipuan Berkedok Unggah Selfie dan KTP

Sepandai-pandainya tupai melompat, mereka pasti akan jatuh. Seperti itulah yang akan terjadi pada penjahat phising. Sedetail apapun situs yang dibuatnya, pasti ada salah satu bagian cacat yang mudah dikenali. Di bawah ini adalah ciri-ciri penipuan online dengan modus unggah foto selfie dan KTP, antara lain:

  1. Dalam email atau formulir data palsu yang dibuat oleh penipu biasanya terdapat kesalahan ketik. Beberapa diantaranya ada yang menggunakan bahasa dan kalimat tidak bagus atau sulit dipahami. Kesalahan penulisan dan tata bahasa yang ditemukan pada formulir apapun harus dicurigai.
  2. Setiap modus penipuan secara online biasanya menggunakan alamat yang mencurigakan. Bila emailnya berasal dari bank resmi, umumnya pasti memakai email perusahaan, bukan pribadi. Jadi bila Anda menemukan ada email masuk menggunakan akun pribadi, sebaiknya curigalah!
  3. Meski alamat pengirim email terlihat resmi, biasanya situs palsu itu domainnya tidak sesuai. Jadi semuanya terlihat mencurigakan dan tidak berkaitan sama sekali dengan domain aslinya. Bila menemukan hal seperti itu, sebaiknya waspadalah karena bisa jadi itu penipuan.
  4. Modus penipuan phising biasanya mengirim email dengan isi batasan waktu yang cepat. Karena linknya palsu, sehingga pasti ada informasi link bisa kadaluarsa bila tidak segera dipakai. Ini dilakukan untuk mendesak calon korbannya agar memasukkan data dirinya.
  5. Anda harus selalu berpikir berulang kali bila diminta memberi informasi yang pernah diminta ketika melakukan registrasi pada link yang baru dikirim. Karena pihak perusahaan manapun tidak mungkin meminta informasi yang sama lagi kepada nasabahnya.
  6. Umumnya dalam formulir yang disediakan oleh phising (penipu) itu isinya berupa unggah foto selfie dan KTP tanpa memberikan pilihan lainnya. Jadi calon korbannya tidak diberikan pilihan lainnya selain harus mengunggah foto selfienya sambil memegang KTP.
  7. Biasanya situs palsu itu isinya tidak ada informasi yang berkaitan dengan situs resminya. Jadi bila ada email mencurigakan yang meminta verifikasi identitas Anda, sebaiknya abaikan. Segala informasi tersebut pasti palsu, jadi jangan pernah melakukan klik pada link palsu tersebut supaya tidak menyesal.

Cara Menghindari Penipuan Perbankan Berkedok Unggah Foto dan KTP

Untuk menghindari terjadinya pencurian data, sebaiknya Anda harus selalu curiga dan berhati-hati bila ada yang meminta data apapun, khususnya data pribadi. Ini perlu dilakukan demi mencegah terjadinya pencurian data dengan modus foto selfie. Berikut ini adalah tips mencegah aksi pencurian data, antara lain:

  1. Selalu curiga dengan permintaan verifikasi identitas dari layanan yang sudah Anda pakai. Bila bingung untuk mengisinya atau ingin mengabaikannya, maka cari informasi dari situs resmi perusahaan langsung. Sehingga Anda bisa memastikan seperti apakah kebenaran dari informasi terbaru tersebut.
  2. Anda harus selalu memperhatikan kualitas isi kalimat email. Kesalahan tata bahasa, ketik, dan ada kalimat yang hilang itu jarang terjadi pada perusahaan resmi. Bila Anda menemukan hal seperti itu, abaikan saja. Bisa jadi itu fake informasi.
  3. Selalu cek email baru yang masuk dan tautannya berasal dari mana. Karena email dari perusahaan resmi pasti menggunakan domain email resmi. Hal ini berlaku sama pada situsnya. Bila ada tautan yang tidak resmi, sebaiknya jangan dilanjutkan.
  4. Jika tertulis batas waktu tertentu yang terlihat memaksa agar Anda mengakses linknya, sebaiknya abaikan. Karena bila Anda melakukannya, otomatis ini membuat Anda beresiko terkena penipuan kejahatan online.
  5. Jangan pernah ragu menghubungi contact service atau call center langsung dari perusahaan resmi. Jangan menghubungi nomor yang ada dalam link atau email palsu. Sehingga Anda bisa melakukan konfirmasi apakah yang menghubungi Anda sebelumnya itu asli atau palsu.

Hal terakhir yang perlu dilakukan demi menjaga sistem keamanan data dan akun keuangan Anda adalah jangan pernah membagikan foto selfie memegang KTP, NPWP, SIM, dan kartu kredit apapun ke media sosial ataupun situs/ aplikasi yang tidak dikenal. Selalu waspadalah karena selalu ada resiko kejahatan saat ada kesempatan untuk melakukannya. Jika anda menemui hal-hal yang mencurigakan segera laporkan ke: patrolisiber.id