Perbedaan Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito
Perbedaan Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito

Perbedaan Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito Yang Signifikan

33 views

Perbedaan Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito

Ketika menyimpan sejumlah dana untuk didepositokan, dari bank kita mendapatkan secarik kertas sebagai legalitas. Kebanyakan orang mengira, kertas itulah yang disebut sebagai sertifikat deposito atau tanda bukti kepemilikan deposito berjangka. Padahal, perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito sangat jelas, dilihat dari berbagai segi berikut ini:

Perbedaan Fungsi

Dari segi fungsi pada keduanya, terlihat perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito yang sangat jelas. Deposito berjangka merupakan jenis simpanan milik nasabah, yang telah menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada bank untuk dalam waktu yang disepakati pula. Hal ini berarti, fungsi dari deposito berjangka tidak lain adalah instrumen investasi untuk nasabah yang memiliki dananya.

Sementara, produk sertifikat deposito merupakan instrumen utang. Dikatakan demikian karena produk ini dikeluarkan oleh bank kepada investor. Karena memiliki fungsi sebagai surat utang, maka penerbitan sertifikat deposito ini pun tidak akan mencantumkan identitas dengan detail seperti halnya bilyet deposito berjangka.

Status Kepemilikan

Deposito berjangka memiliki status kepemilikan yang jelas sesuai dengan nama atau identitas yang tertera pada bilyet. Oleh sebab itu, deposito berjangka disebut pula simpanan nasabah ‘atas nama’. Dalam artian, orang yang berhak untuk memiliki dan mencairkan dananya adalah nama atau identitas yang tercetak pada bilyet. Bilyet dengan identitas ini juga menjadi landasan legal bagi pemilik investasi deposito.

Hal yang berbeda pada sertifikat deposito, karena produk ini adalah simpanan nasabah ‘atas unjuk’. Artinya, siapapun yang membawa serta dapat menunjukkan sertifikat deposito, maka dia berhak menarik dana sejumlah yang tersimpan atau tertera di dalam bilyet. Untuk itu, bagi para nasabah, diharapkan untuk apik serta sangat berhati-hati ketika memiliki sertifikat deposito.

Pemindahtanganan

Sebagaimana diketahui bahwa deposito berjangka merupakan simpanan atas nama, maka simpanan ini hanya berlaku untuk nama yang tertera. Artinya, jenis simpanan ini tidak dapat dipindahtangankan kepada siapapun. Andaipun dalam kondisi pemilik deposito meninggal dunia atau memberikan surat kuasa, maka harus ada mekanisme ‘pencairan-penempatan ulang’ atas nama pemilik baru.

Namun, tidak demikian halnya dengan sertifikat deposito. Dengan status atas unjuk yang berarti tidak disebutkan identitas tertentu sebagai pemiliknya, maka produk simpanan ini juga sangat memungkinkan dipindahtangankan kepada siapa pun.

Perpanjangan Otomatis

Salah satu kemudahan memiliki deposito adalah adanya jangka waktu yang fleksibel. Deposito dapat  ditempatkan dalam jangka waktu terpendeknya yaitu satu bulan. Selanjutnya penempatan 3 , 6, 12, dan 24 bulan. Selain itu, ada kemudahan lainnya yaitu perpanjangan otomatis untuk jangka waktu penempatan deposito.

Hal tersebut bisa dilakukan ketika nasabah belum mau menarik dananya pada waktu jatuh tempo. Akan tetapi, peraturan yang berbeda berlaku pada sertifikat deposito. Meskipun menurut OJK produk ini mempunyai jangka waktu penempatan sampai dengan 36 bulan, namun tidak memiliki fasilitas perpanjangan otomatis sebagaimana halnya pada investasi deposito berjangka.

Perhitungan Bunga

Perbedaan berikutnya adalah terkait dengan bunga. Simpanan deposito berjangka memberikan perhitungan bunga pada akhir masa, atau pada waktu jatuh tempo sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan. Sementara itu, perhitungan bunga pada sertifikat deposito dapat dihitung sejak awal pembukaan fasilitas. Sehingga nasabah sudah bisa mengetahui berapa uang yang didapat beserta tambahan bunganya.

Ada baiknya nasabah mengetahui dengan baik perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito. Karena, ada aspek keamanan yang harus jauh lebih diperhatikan, manakala menempatkan simpanan dengan sertifikat deposito. Selain itu, fungsi dan perhitungan bunga pada keduanya yang berbeda, bisa dimanfaatkan jika nasabah mengetahui detail perbedaan kedua produk bank tersebut.

Baca Juga: Daftar Deposito Syariah Terbaik Yang Ada Di Indonesia