Perbedaan Deposito dan Tabungan
Perbedaan Deposito dan Tabungan

5 Perbedaan Deposito dan Tabungan di Bank

3 views

Perbedaan Deposito dan Tabungan

Menyimpan uang di bank untuk sisihan atau investasi, bisa dilakukan dalam bentuk tabungan atau deposito. Meskipun sama-sama menguntungkan, tapi ada pula perbedaan deposito dan tabungan yang belum banyak dipahami oleh nasabah bank. Setidaknya ada 5 hal yang membedakan simpanan di bank dalam bentuk deposito dan tabungan:

1. Jangka Waktu

Hal pertama yang menjadi perbedaan deposito dan tabungan adalah jangka waktu simpanannya. Jika seorang nasabah menyimpan dananya dalam bentuk tabungan, maka tidak ada batasan waktu penyimpanan uang tersebut. Sepanjang rekening tabungannya masih bersaldo, dan sepanjang bank tempat menyimpan uangnya masih beroperasi, maka status sebagai nasabah tabungan terus berjalan.

Lain halnya dengan simpanan deposito, dana deposito memiliki jangka waktu tertentu dalam penyimpanannya. Umumnya, jangka waktu minimal deposito adalah 1 bulan. Meskipun ada pula beberapa bank yang membuka layanan deposito harian. Sementara jangka terpanjang deposito adalah disimpan selama 12 bulan. Meskipun bisa diperpanjang, namun harus memperbarui kembali akun depositonya.

Baca: Cara Aman agar Nomor PIN Bebas dari Pembobolan

2. Kemudahan Menarik Dana

Pasti sudah banyak yang mengenal dan juga memiliki kartu ATM. Kartu tersebut adalah salah satu kemudahan bagi nasabah tabungan untuk menarik dana yang ada di rekeningnya. Fleksibilitas penarikan dana tabungan inilah yang menjadi perbedaan lain antara simpanan tabungan dan deposito.

Lain halnya dengan simpanan tabungan yang dapat ditarik kapan saja di mana saja, deposito tidak memiliki kemudahan tersebut. Karena pada dasarnya deposito dibentuk untuk tujuan investasi, maka diharapkan untuk tidak terburu-buru mencairkan. Apalagi, terlalu sering ditarik. Deposito hanya bisa cair ketika jatuh tempo, dan ditarik melalui teller di bank membuka deposito.

3. Bentuk Kepemilikan

Seorang deposan, atau pemilik rekening deposito, akan memperoleh secarik kertas bernama bilyet deposito. Bilyet tersebut berisi informasi tentang rekening deposito yang dibentuk, nama pemilik sejumlah deposito tersebut, jangka waktu, tanggal investasi dan jatuh tempo, serta suku bunga yang diperoleh. Bilyet sekaligus berfungsi sebagai alas hak tau legalitas pemilik dana.

Sementara para penabung, tidak ada bilyet khusus melainkan hanya sebuah buku tabungan yang sudah umum terlihat. Selain berisi identitas pemilik rekening, buku tabungan bisa digunakan untuk mencetak mutasi rekening yang bersangkutan. Jika buku sudah habis, nasabah bisa meminta penggantian buku, yang biasanya dikenakan biaya administrasi tertentu.

4. Besar Bunga Imbalan

Dengan manfaat investasi, simpanan berbentuk deposito tentu akan berimbal bunga lebih besar dari simpanan berbentuk tabungan. Bunga simpanan deposito bisa mencapai angka 6-7 persen per tahun. Bahkan, bagi nasabah prioritas dengan deposito di atas nominal tertentu, memungkinkan untuk mendapatkan special rate hingga 10%.

Lain halnya dengan simpanan tabungan. Besarnya bunga imbalan yang diberikan untuk nasabah biasanya hanya berkisar di angka 3% per tahun. Bunga tersebut masih harus dipotong pajak simpanan sebesar 15-20%. Itulah sebabnya, bunga tabungan sering tidak berimbang dengan biaya administrasi per bulan yang lebih besar.

5. Fungsi Tambahan

Ada fungsi lain dari simpanan deposito yang jarang diketahui, bahwa deposito bisa digunakan menjadi agunan kredit. Salah satu produk pinjaman perbankan, ada yang memungkinkan untuk menggunakan deposito sebagai agunannya. Jika hal itu dilakukan, maka bilyet deposito akan ditahan di bank, dan dana simpanan depositonya akan diblokir sepanjang waktu kredit. Sementara itu, hal ini tidak bisa berlaku bagi simpanan tabungan.

Memiliki simpanan di bank adalah cara untuk menyisihkan pendapatan agar bisa digunakan pada waktu yang diperlukan di masa depan. Dengan mengetahui perbedaan deposito dan tabungan, maka investasi yang dipilih pun bisa segera dipertimbangkan, agar menguntungkan dan jangan sampai merepotkan.

 

Baca: Peluang Bisnis Di Masa Pandemi Yang Menguntungkan