iuran bpjs ketenagakerjaan

Rumus Menghitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Secara Detail

0 views

Bagi Anda yang sudah bekerja tentu tidak asing lagi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Namun, ada sebagian orang yang sudah mulai bekerja tapi masih bingung bagaimana cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan secara detail. Pada dasarnya, menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan bukanlah suatu hal yang sulit. Menghitung BPJS Ketenagakerjaan sudah menjadi pekerjaan yang sering dilakukan HR, yang tentu saja lumayan menyita waktu. Saat Anda menghitung secara manual tunjangan perusahaan dan potongan BPJS pekerja, Anda harus teliti dan jangan sampai keliru. Hal itu disebabkan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang akan disetorkan ke BP Jamsostek harus sesuai dengan upah yang perusahaan laporkan.

Pada artikel ini, akan membahas bagaimana rumus atau cara menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan secara detail untuk membantu Anda, baik sebagai pekerja atau pun dari pihak perusahaan agar tidak bingung.

Sebenarnya, menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2013 tentang Perubahan Kesembilan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Peraturan tentang BPJS kerap kali mengalami perubahan, dari mulai pembaruan sampai kebijakan pemerintah tentang relaksasi iuran. Dengan kerap kali peraturan yang mengalami perubahan itu, Anda harus selalu menerapkan perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan versi terbaru.

Secara umum, menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan dengan menghitung iuran program jaminan ke dua jenis kelompok, yakni tunjangan BPJS yang perusahaan berikan dan potongan BPJS yang diambil dari pengurangan gaji tiap bulan karyawan. Adapun basis pengali menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan ialah upah karyawan: gaji pokok dan tunjangan tetap.

BPJS Ketenagakerjaan menawarkan program perlindungan yang cukup beragam. Rumus menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan pun berbeda-beda pada setiap programnya. Setidaknya ada empat (4) jenis iuran program BPJS Ketenagakerjaan. Ada Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun. Berikut ini, rumus menghitung Rumus Menghitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan di tiap-tiap programnya.

Rumus Menghitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan

1. Jaminan Hari Tua (JHT)

Jika Anda mendaftar pada program Jaminan Hari Tua, ini akan memberikan manfaat yaitu uang tunai. Tetapi, uang tunai yang akan Anda terima jika terjadi salah satu dari tiga (3) peristiwa berikut ini:

  • Anda sebagai peserta program sudah berusia 56 tahun atau sudah pensiun
  • Peserta diketahui mengalami cacat total
  • Peserta meninggal dunia, yang dalam hal ini akan diberikan kepada ahli warisnya

Berdasarkan aturannya, iuran Jaminan Hari Tua dikenakan 5,7% dari upah. Menghitung BPJS Ketenagakerjaan pada program Jaminan Hari Tua ini, dibagi antara perusahaan dan pekerja. Anda jika sebagai pekerja, harus membayar 2% sedangkan perusahaan Anda harus membayar 3,7%. Jadi, pada intinya iuran BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua dibayarkan sebagian oleh pekerja peserta program ini dan sebagian lainnya oleh perusahaan.

Langsung contohnya saja, upah Anda ialah Rp10.000.000. Jika mau langsung dihitung, hitungannya sebagai berikut:

  • Jumlah iuran Anda = 5.7 x Rp.10.000.000= Rp570.000 tiap bulan
  • Iuran JHT yang dibayarkan Anda= 2% x Rp.10.000.000 = Rp.200.000 tiap bulan
  • Maka, iuran yang harus dibayarkan oleh perusahaan= 3,7% x Rp.10.000.000= Rp.370.000 tiap bulan

Tentu, hitungan Jaminan Hari Tua sangat mudah. Setelah Anda rutin iuran program Jaminan Hari Tua, Anda bisa mengecek saldo BPJS Ketenagakerjaan yang Anda miliki melalui aplikasinya. Dengan mengecek saldo bertujuan agar Anda mengetahui, seberapa banyak Jaminan Hari Tua yang sudah Anda kumpulkan sejak awal bekerja.

2. Jaminan Kematian (JKM)

Program kedua yang ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah Jaminan Kematian (JKM). Salah satu manfaat Anda mengikuti program ini adalah Anda berhak mendapatkan uang tunai. Uang tunai nantinya akan diberikan kepada ahli waris peserta program Jaminan Kematian dengan syarat meninggal tidak disebabkan kecelakaan kerja. Adapun, besaran uang tunai yang akan diterima ialah:

  • Santunan berkala sebesar Rp.12.000.000
  • Santunan kematian senilai Rp.20.000.000
  • Khusus bagi peserta dengan waktu iuran setidaknya minimal 3 tahun, maksimal Rp.174.000.000, beasiswa untuk 2 anak mulai dari Tama Kanak-kanak (TK) sampai anak kuliah di perguruan tinggi

Anda tidak perlu khawatir. Iuran Jaminan Kematian ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan. Biaya iuran tiap bulan pun hanya 0,3% dari total upah Anda tiap bulan. Caranya menghitungnya pun relatif mudah.

Ambil contoh saja, misalnya Anda mempunyai upah sebesar Rp.15.000.000 per bulannya. Iuran yang diwajibkan untuk dibayar oleh perusahaan untuk Jaminan Kematian Anda yaitu: 0,3% x15.000.000 = Rp45.000 tiap bulannya

3. Jaminan Kecelakaan Kerja

Program ketiga dari BPJS Ketenagakerjaan ialah Jaminan Kecelakaan Kerja. Seperti namanya, program ini memberikan perlindungan risiko bagi Anda pekerja saat mengalami kecelakaan yang berhubungan dan terjadi saat kerja. Perlu Anda tahu, kecelakaan yang dialami ketika Anda commuting kerja menjadi salah satu bagian dari kecelakaan kerja, meski Anda belum benar-benar berada di tempat kerja.

Setiap pekerjaan sudah pasi mempunyai risiko kecelakaan kerja yang berbeda-beda tentunya. Hal ini membuat besaran iuran yang dikeluarkan untuk tiap risiko berbeda-beda. Adapun beberapa tingkat risiko dan besaran persen upah iuran Jaminan Kecelakaan, sebagai berikut:

  • 1,74 untuk golongan sangat tinggi
  • 1,27 untuk golongan tinggi
  • 0,89 untuk golongan sedang
  • 0,54 untuk golongan rendah
  • Dan 0,24 untuk golongan sangat rendah

Selama minimal 2 tahun sekali, tingkat risiko di atas wajib untuk dievaluasi bagi tiap pekerja. Perusahaan menanggung seluruhnya iuran Jaminan Kecelakaan Kerja bagi pekerja-pekerjanya. Bagi Anda yang belum tahu bagaimana rumus menghitungnya, berikut ini caranya:

Anda bekerja dengan risiko kecelakaan rendah. Diketahui upah Anda selama sebulan yaitu Rp.5.000.000. Rumus menghitungnya adalah: 0,54 x Rp. 5.000.000= Rp.27.00 tiap bulannya.

4. Jaminan Pensiun

Program BPJS Ketenagakerjaan yang terakhir adalah Jaminan Pensiun (JP). Jika Anda sebagai pekerja yang terdaftar pada program Jaminan Pensiun. Saat Anda sudah masuk usia pensiun, Anda sebagai peserta program Jaminan Pensiun ini akan memperoleh uang yang dibayarkan setiap bulannya.

Jika kehendak berkata lain, Anda meninggal dunia saat masa iuran, uang pensiun yang tiap bulan kemudian akan diberikan kepada ahli warisnya. Bukan hanya saat sudah masuk ke masa usia pensiun, Anda sebagai peserta program ini juga akan mendapatkan uang tunai jika mengalami cacat total atau langsung diberikan kepada ahli warisnya apabila Anda sebagai peserta program Jaminan Kesehatan meninggal dunia. Dari hal itu juga mengimplikasikan perbedaan antara Jaminan Hari Tua dengan Jaminan Pensiun.

Bagi Anda yang belum mengetahu rumus menghitungnya dengan detail, besaran iuran program Jaminan Pensiun yaitu 3% dari total upah peserta Jaminan Pensiun. Serupa dengan Jaminan Hari Tua, iuran BPJS Ketenagakerjaan ini dibayarkan oleh perusahaan dan Anda sebagai pekerja. Hitungannya, 2% akan dibayarkan oleh perusahaan dan 1% akan dibayarkan oleh Anda sebagai peserta program.

Tetapi, perlu diperhatikan, jika upah peserta > Rp.7.000.000. Dengan demikian upah tetap dianggap Rp.7.000.000, alias sisanya tidak dihitung. Ambil langsung saja contohnya, jika Anda mempunyai upah sejumlah Rp.200.000.000 tiap bulan. Rumus menghitungnya adalah Jaminan Pensiun dari Anda, yaitu:

  • Iuran Jaminan Pensiun Anda= 3% x Rp.7.000.000 = Rp.210.000 tiap bulannya
  • Selain itu, ada iuran Jaminan Pensiun yang harus dibayar perusahaan = 2% x Rp.7.000.000 = Rp. 140.00 tiap bulan
  • Maka, iuran Jaminan Pensiun yang harus dibayar Anda = 1% x Rp.7.000.000 = Rp.70.000 per bulan.

Nah, itulah artikel rumus menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan secara detail. Semoga Anda tidak bingung dan kesusahan menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan. Semoga artikel ini membantu dan bermanfaat, ya!

Gallery for Rumus Menghitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Secara Detail