sertifikat deposito

Apa Itu Sertifikat Deposito dan Perbedaannya dengan Deposito Berjangka

0 views

Bagi Anda yang sering berurusan dengan bank, mungkin sudah paham mengenai deposito. Ya, di bank memang banyak sekali jenis simpanan yang bisa Anda pakai. Bahkan setiap bank juga menawarkan jenis simpanan yang berbeda-beda. Mulai dari simpanan jangka pendek, sampai jangka panjang bisa Anda gunakan. Nah, salah satu produk yang bisa Anda pakai adalah sertifikat deposito. Apa artinya dan juga apa perbedaannya dengan deposito berjangka, simak penjelasan berikut ya.

Pengertian Sertifikat Deposito

sertifikat deposito

Sertifikat deposito merupakan salah satu produk dari bank. Produk ini berupa credit union dengan premi suku bunga sebagai imbalan bagi pelanggan yang telah meninggalkan setoran lump-sum untuk jangka waktu tertentu. Setiap bank akan memiliki produk yang serupa. Meski begitu, syarat dan ketentuannya berbeda-beda, bergantung kebijakan bank masing-masing. Biasanya akan bergantung juga dengan produk tabungan dan pasar uang, lalu juga peraturan yang berlaku untuk penarikan awalnya.

Jika Anda ingin berinvestasi, maka produk ini cukup recomended. Sebab bisa dibilang lebih aman dan konservatif apabila dibanding dengan obligasi atau saham. Produk ini lebih menawarkan peluang pertumbuhan yang rendah, namun memiliki tingkat pengembalian yang tidak cukup fluktuatif. Cara pembukaannya juga hampir sama dengan pembukaan rekening biasa di bank.

Sertifikat deposito ini berbentuk sertifikat di mana bukti penyimpanannya dapat Anda pindah tangankan. Aturan tersebut telah dengan jelas dituliskan dalam Peraturan Bank Indonesia. Adapun pemasaran dan transaksinya dilakukan di pasar uang. Dalam peraturan BI tentang Transaksi Sertifikat Deposito di Pasar Uang,  penerbitan sertifikat deposito minimal sebesar Rp 10 miliar. Lalu dalam bentuk valuta asing dengan nominal yang sama. Nah, untuk jangka waktunya juga jauh lebih panjang dibanding deposito berjangka, yaitu sampai 36 bulan lamanya.

Apa saja yang perlu diperhatikan saat membuka sertifikat deposito?

Sertifikat deposito memang dianggap lebih menguntungkan dibanding investasi lainnya. Meski begitu, Anda tetap harus memperhatikan hal-hal terkait produk tersebut untuk memahami secara lebih detail. Dengan begitu, Anda bisa menentukan langkah sendiri dalam berinvestasi. Nah, berikut ini adalah tiga hal yang harus dan wajib Anda perhatikan sebelum membukanya di bank.

1. Bank yang dipilih

Hal pertama yang wajib Anda perhatikan adalah pilihan bank. Jangan sembarangan dalam memilih bank karena hal itu akan berpengaruh jangka panjang. Jangan sampai ketika Anda sudah mendaftarkan sertifikat deposito, justru Anda mengalami kerugian karena bank tersebut pailit atau bangkrut. Pilihlah bank yang memiliki keamanan tinggi dan sudah terpercaya di kalangan para pemilik investasi. Dengan begitu, Anda tak akan dirugikan.

2. Jangka waktu

Lalu yang kedua adalah jangka waktu. Anda hars mempertimbangkan jangka waktu karena berkaitan dengan adanya penalti. Jangka waktu akan diakhiri dengan tanggal jatuh tempo. Jadi apabila sertifikat deposito Anda sudah jatuh tempo, dana yang dimiliki pun bisa ditarik tanpa terkena penalti.

3. Suku bunga

Hal ketiga yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah besarnya suku bunga. Anda harus memastikan bahwa suku bunga yang diberikan memiliki tingkat pengembalian yang jelas dan bisa diprediksi dalam waktu tertentu. Sebab bank nantinya tidak akan bisa mengubah kurs. Maka dari itu hal tersebut akan berpengaruh terhadap penghasilan.

4. Pencairan

Perlu Anda ketahui bahwa jangka waktu sertifikat deposito ini tidak dapat Anda perpanjang secara otomatis. Hal ini berbeda dengan deposito berjangka. Apabila sertifikat deposito Anda sudah jatuh tempo, maka pemegangnya dapat mencairkannya ke dalam uang tunai. Atau, Anda juga bisa mentransfernya ke rekening lain. Adapun jumpah nominal pencairannya sesuai dengan nilai sertifikat deposito yang dimiliki.

5. Penjualan sertifikat deposito sebelum jatuh tempo

Sebelum jatuh tempo, sertifikat dapat Anda jual, baik itu ke orang lain atau ke bank bersangkutan. Jika Anda menjualnya, maka Anda akan mendapatkan harga jual berupa selisih dari nominal sertifikat deposito dengan diskonto.

Daftar Bank yang Menerbitkan Sertifikat Deposito di Pasar Uang

Salah produk investasi di bank ini memang cukup asing bagi beberapa orang. Hal tersebut dikarenakan adanya regulasi yang mewajibkan setiap bank untuk mengantongi izin dari Bank Indonesia. Jadi, hanya beberapa bank dengan kriteria tertentu saja yang menerbitkan produk sertifikat deposito. Dan umumnya, hanya bank pembangunan serta bank umum saja yang menerbitkannya. Nah, berikut ini adalah daftar beberapa bank yang telah mengantongi izin dari BI dan menjadi penerbit sertifikat deposito:

  1. PT Bank KEB Hana Indonesia
  2. PT BPD Jawa Barat dan Banten, Tbk
  3. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  4. PT Maybank Indonesia, Tbk
  5. PT Bank Mandiri Taspen Pos
  6. PT Bank DBS Indonesia
  7. PT Bank Victoria International, Tbk
  8. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk
  9. PT Bank BNP Paribas Indonesia
  10. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906
  11. PT Bank of Tokyo – Mitsubishi UFJ, Ltd
  12. PT Bank CIMB Niaga, Tbk
  13. PT Bank Mizuho Indonesia
  14. PT BPD Jawa Tengah
  15. PT Bank DKI
  16. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Perbedaan Sertifikat Deposito dengan Deposito Berjangka

Sertifikat deposito memiliki perbedaan dengan deposito berjangka. Sertifikat deposito ini merupakan sebuah simpanan dalam bentuk deposito sertifikat. Di mana bukti penyimpanannya dapat dipindahtangankan. Kemudian, waktu jatuh temponya pun lebih lama dan panjang dibanding deposito berjangka. Deposito berjangka tidak jauh beda, hanya saja waktu pencairannya hanya bisa dilakukan sesuai perjanjian antara bank dengan pemilik deposito. Umumnya, deposito berjangka ini memiliki jangka waktu sekitar 1 hingga 12 bulan saja.

Jika Anda masih bingung, berikut ini akan dijelaskan lebih detail perbedaan sertifikat deposito dengan deposito berjangka.

  1. Secara definisi, sertifikat deposito merupakan simpanan yang sertifikat bukti penyimpanannya dapat dipindahtangankan, sementara deposito berjangka merupakan simpanan berjangka yang hanya bisa ditarik sesuai waktu yang sudah disepakati.
  2. Deposito berjangka diterbitkan oleh semua bank, baik bank umum, bank perkreditan rakyat, maupun bank pembangunan. Sementara yang satunya hanya diterbitkan oleh bank pembangunan dan bank umum saja.
  3. Untuk sertifikat deposito, bunga akan dibayarkan di muka dan dihitung menggunakan diskonto. Artinya, bunga didapat dari selisih nominal sertifikat dengan nilai tunai yang harus dibayarkan oleh pembeli. Sementara deposito berjangka bunganya akan dibayarkan di akhir.
  4. Untuk mekanisme pencairannya, deposito berjangka bisa diperpanjang secara otomatis, sementara sertifikat deposito dapat diperjualbelikan ke bank penerbit ataupun pihak lain.
  5. Kemudian untuk kepemilikannya sendiri, sertifikat deposito dapat diperjualbelikan ke pihak lain, namun deposito berjangka tidak dapat diperjualbelikan.

Nah, itulah tadi beberapa hal mengenai sertifikat deposito dan perbedaannya dengan deposito berjangka. Ketika Anda memutuskan untuk memilih produk bank ini sebagai investasi, maka ada baiknya jika mempelajari dulu ketentuannya. Dengan begitu, Anda akan lebih bijak dalam mengalokasikan dana yang dipunya untuk investasi. Jika masih bingung, maka sebaiknya Anda cari lebih dulu informasi dari sumber lain supaya tidak ada kesalahan dalam memilih bank maupun menentukan jumlah depositonya.

Gallery for Apa Itu Sertifikat Deposito dan Perbedaannya dengan Deposito Berjangka