Tips Investasi Emas
Tips Investasi Emas

Tips Investasi Emas Agar Bisa Menguntungkan

0 views

Tips Investasi Emas

Memilih emas atau logam mulia sebagai investasi, bukan sekadar urusan beli-simpan lalu jual. Investasi emas pada dasarnya adalah pengendalian aset dengan bentuk simpanan tahan inflasi. Artinya, diperlukan tips investasi emas seperti ini agar memiliki simpanan logam mulia bisa menguntungkan dan membantu keuangan. Berikut ini ulasannya:

1. Sesuaikan Dengan Pendapatan Bulanan

Tips investasi emas yang pertama adalah penyesuaian dengan gaji atau pendapatan bulanan. Menyisihkan pendapatan menjadi logam mulia, juga harus diperhitungkan agar tidak mengganggu sirkulasi keuangan rutin. Karena, emas atau logam mulia termasuk investasi yang fluktuatif. Maka sebaiknya, tidak tergesa-gesa mengambil sebagian gaji untuk membeli emas.

Cara Mencairkan Tabungan Emas Pegadaian Lengkap dengan Syaratnya

Perhitungkan dengan teliti kebutuhan uang tunai, agar tidak harus melakukan buyback dalam jangka pendek. Investasi bisa dimulai dengan membeli kepingan terkecil. Mulai dari 2 gram, 5 gram, atau 10 gram. Bahkan, bukan masalah jika berinvestasi logam mulia ukuran mini yaitu 0,1 gram, sepanjang dilakukan konsisten setiap bulan.

2. Cari Gerai Emas Resmi

Dalam memilih produk emas, pastikan membeli dari gerai resmi. Informasi penjual resmi bisa diakses melalui web resmi produsen emas nasional. Membeli emas di gerai resmi sangat penting, karena hal tersebut akan menjamin kualitas produk serta pelayanan purna jual yang baik pula.

Maraknya produsen emas dan penawaran penjualan emas secara online, harus membuat calon investor waspada. Jangan tergiur dengan harga miring, namun tidak memiliki banyak jaringan resmi. Atau bahkan belum memiliki izin edar dan perizinan lainnya sebagai produsen dan penjual emas atau logam mulia.

3. Pastikan Bersertifikat dan Cek Keaslian Produk

Salah satu keuntungan tambahan membeli emas di gerai resmi adalah logam mulia yang bersertifikat. Namun, andaikata calon investor terpaksa membeli di luar gerai, pastikan juga melakukan pengecekan sertifikat dan keaslian produk. Pada logam mulia yang diproduksi oleh BUMN, sertifikat dan keaslian produk bisa dicek menggunakan aplikasi tertentu.

Lain halnya dengan pembelian di toko emas. Umumnya, toko-toko emas tidak mengeluarkan sertifikat pada logam mulia, melainkan memberikan nota pembelian resmi. Nota inilah yang dianggap sama seperti sertifikat keaslian, manakala pemilik emas tersebut akan menjual kembali emasnya di kemudian hari, baik di toko yang sama maupun berbeda.

4. Kumpulkan Berbagai Pecahan Keping

Memulai investasi emas, harus pula memikirkan kemungkinan untuk memanfaatkan investasi tersebut di masa depan. Misalnya, ketika seseorang terdesak membutuhkan uang tunai, maka investasi emas atau logam mulia bisa menjadi jalan keluarnya. Seseorang bisa menjual sebagian investasi emas untuk dicairkan menjadi uang tunai sesuai dengan posisi harga emas saat itu.

Untuk itu, sebaiknya tidak membeli emas dalam pecahan besar sekaligus. Melainkan, memecahnya menjadi beberapa keping yang lebih kecil. Sehingga, jika suatu saat membutuhkan uang tunai yang tidak terlalu besar namun mendesak, maka tidak perlu harus menjual kepingan yang terlalu besar.

5. Tidak Tergiur Buyback

Melonjaknya harga emas dan logam mulia terkadang membuat investor pemula tergiur untuk buyback, atau melakukan aksi jual. Pada satu sisi memang terlihat menguntungkan. Namun, akan lebih baik jika investasi ini bertahan dalam jangka waktu yang panjang, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar. Tidak hanya soal nilai uang, tetapi pada pemenuhan kebutuhan yang mendesak.

Memiliki investasi emas atau logam mulia memang cenderung digemari karena kemudahannya. Namun demikian, penting juga untuk memahami tips investasi emas agar selain mudah, juga menguntungkan. Terlebih lagi, berinvestasi emas juga akan menjadi salah satu cara untuk menyimpan sebagian penghasilan, ke dalam tabungan yang lebih tahan terhadap inflasi.

Baca Juga: Peluang Bisnis Di Masa Pandemi Yang Menguntungkan