Tunjangan Kerja

Jenis-jenis Tunjangan Kerja Karyawan dan Cara Menghitungnya

0 views

Apakah Anda pernah menerima tunjangan kerja sebelumnya? Jika Anda seorang karyawan atau bekerja para profesi tertentu pasti sudah tida asing dengan istilah tujangan kerja. Perlu Anda ketahui bahwa tunjangan merupakah hal penting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan atau tempat kerja kepada para karyawannya.

Karyawan memiliki hak untuk menerima kompensasi berupa tunjangan-tunjangan selain gaji pokok. Biasanya setiap perusahaan atau tempat kerja tertentu memiliki ketentuan pemberian tunjangan kerja yang berbeda-beda kepada karyawannya. selain jumlahnya, bentuknya pun berbeda-beda.

Jika Anda berencana membuka usaha atau menjadi pemimpin sebuah perusahaan sangat perlu memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Alih-alih memperoleh keuntungan yang besar, Anda juga memiliki kewajiban memberi kompensasi kepada karyawan atas pekerjaan mereka.

Baik karyawan atau pemilik usaha, Anda perlu memahami tentang tunjangan kerja agar tidak salah melakukan kewajiban atau menerima hak yang seharusnya Anda dapat. Berikut ini penjelasan tentang pengertian tunjangan kerja, jenis, dan cara menghitungnya.

Mengenal Tunjangan Kerja

 Tunjangan Kerja

Tunjangan adalah bentuk penghasilan tambahan yang diterima oleh karyawan berupa kompensasi (dalam berbagai bentuk) selain gaji pokok dari perusahan tempat mereka bekerja. Jumlah dan bentuk tunjangan yang diberikan kepada karyawan telah diatur melalui Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1990.

Jadi sudah jelas bahwa tunjangan adalah hak bagi karyawan yang perlu diberikan oleh perusahaan atau tempat mereka bekerja. Dalam praktiknya, tunjangan dibagi menjadi sua, yakni tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Jenis tunjangan ini nantinya akan bergantung lagi pada kebijakan perusahaan dan tempat kerja masing-masing

Tunjangan tetap adalah kompensasi yang diterima karyawan secara tetap atau berkala berkaitan dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Tunjangan ini diberikan secara berkala  terlepas dari faktor yang mempengaruhinya.

Sedangkan tunjangan tidak tetap diartikan sebagai kompensasi yang diberikan secara langsung maupun tidak langsung dalam waktu tertentu secara acak. Tunjangan ini sifatnya tidak tentu dan biasanya dipengaruhi karena faktor tertentu, misalnya kehadiran.

Jenis tunjangan tetap dan tidak tetap memiliki banyak bentuk. Bergantung kebijakan perusahaan atau temapt kerja mengeluarkan tunjangan tersebut. Berikut ini jenis-jenis tunjangan kerja yang biasanya diterima karyawan pada jangka waktu tertentu.

Jenis-Jenis Tunjangan Kerja

1. Tunjangan Jabatan

Tunjangan jabatan merupakan bentuk kompensasi yang diberikan kepada karyawan karena status jabatannya. Hal ini karena sebuh jabatan dapat menunjukan perbedaan peran dan tanggungjawab karyawan dalam sebuah pekerjaan. Tunjangan jabatan ini masih dibagi lagi menjadi sua macam, yakni tunjangan struktural dan fungsional.

2. Tunjangan Umum

Tunjangan umum merupakan jenis tunjangan yang diberikan kepada karyawan bukan karena jabatannya. Kompensasi ini biasanya dipberikan karena loyalitas atau kinerja yang baik dari karyawan di tempat kerjanya. Tunjangan umum ini adalah jenis tunjangan tidak tetap karena bisa saja tidak selalu didapatkan.

3. Tunjangan Keluarga

Tunjangan keluarga meruapakan jenis kompensasi yang diperikan perusahaan kepada karyawannya yang sudah berkeluarga. Tunjangan keluarga terdiri dari tunjangan untuk istri (jika tidak memiliki pekerjaan) dan tunjangan untuk anak (berusia kurang dari 21 tahun dan belum bekerja).

4. Tunjangan Kesehatan

Tunjangan kesehatan adalah jenis kompensasi yang diberikan kepada karyawaan atas jaminan kesehatan mereka saat bekerja. Tunjangan kerja ini menjadi hak karyawan karena demi melindungi kesehatan dan menjaga produktivitas mereka di tempat kerja.Tunjangan kesehatan merupakan salah satu jenis tunjangan yang masuk kategori tunjangan tetap. Tunjangan ini akan terus diterima karyawan sampai mereka berhenti bekerja.

5. Tunjangan Pensiun

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan pensiunana. Tunjangan ini biasa disebut tunjangan masa tua yang diberikan oleh perusahaan. Tunjangan pensiuanan merupakan kompensasi yang diberikan perusahaan untuk kesejahteraan karyawannya saat memasuki usia tidak produktif. Tujuannya adalah untuk menjamin karyawan tersebut masih bisa bertahan hdup setelah sudah tidak bekerja lagi.

6. Tunjangan Hari Raya (THR)

Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan tunjangan yang sering diterima oleh karyawan menjelang hari raya keagamaan. Tunjangan ini bertujuan agar karyawan bisa memenuhi semua kebutuhannya disaat hari raya.THR adalah salah satu jenis tunjangan tetap karena dalam setahun karyawan pasti memperoleh THR.

7. Tunjangan Makan Siang

Tidak semua perusahaan atau tempat kerja memberi tunjangan makan siang. Tunjangan ini diberikan berdasarkan kehadiran karyawan yang akan mendapatkan jatah makan siang di tempat kerja. Tunjangan makan siang masuk dalam kategori jenis tunjangan tetap bersyarat.

8. Tunjangan Transportasi

Sama halnya dengan tunjangan makan siang, tunjangan transporatsi tidak semua perusahaan memberikan tunjangan transportasi. Hanya pekerjaan tertentu saja yang membutuhkan akomodasi transportasi, misalnya wartawan, pejabat, dan sebagainya. Tunjangan ini juga berdasarkan atas kehadiran karyawan agar bisa mendapatkannya. Tunjangan transporasi bisa masuk dalam jenis tunjangan tetap bersyarat.

Cara Menghitung Tunjangan Kerja yang Didapat Karyawan

1. Upah Pokok dan Tunjangan Tetap

Cara menghitung tunjangan tetap adalah berkaitan dengan upah atau gaji pokok karyawan dalam satu periode. Misalnya Anda menentukan presentasi sebesar 25 persen untuk tunjangan tetap karyawan dalam satu bulan. Maka 25 persen ini dikali gaji pokok. Lalu hasilnya ditambah dengan gaji pokok tersebut. Jadi tunjangan tetap akan dibayar bersamaan dnegan gaji pokok tiap bulannya.

2. Upah Pokok dan Tunjangan Tidak Tetap

Cara menghitung tunjangan tidak tetap adalah perusahaan perlu menentukan terlebih dahulu jenis tunjangan tidak tetap apa saja yang akan diberikan diberikan. Setelah itu tentukan pula jumlah dan faktor tunjangan tersebut diberikan.Misalnya tunjangan uang transporasi yang dihitung berdasarkan kehadiran karyawan. Maka hitung tunjgangan dari kehadiran mereka, lalu ditambahkan ke gaji pokok.

3. Pendapatan Non-Upah

Perlu Anda tahu bahwa tunjangan atas pendapatan non-upah diatur dalam ayat 2 Bab 3 Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015. tunjangan yang masuk dalam pendapatan non upah ini termasuk dalam jenis tunjangan tidak tetap yang dihitung berdasarkan syarat dan periode waktu tertentu. Misalnya Tunjangan Hari Raya (THR) perlu dihitung dan berikan pemerintah menjelah hari raya.

4. Uang Lembur

Selanjutnya yang perlu Anda tahu adalah perhitungan uang lembur sudah diatur dalam keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transparasi Republik Indonesia Nomor Kep.102/MEN/IV/2004. Uang lembut akan dihitung sesuai waktu kerja lebur yang lebih dari 7 jam kerja dan 40 jam seminggu untuk 6 hari kerja dalam satu minggu.Artinya karyawan akan dibayar uang lembur jika bekerja minimal 8 jam sehari atau 40 jam seminggu untuk 5 hari kerja di dalam satu minggu.

5. Uang Pesangon

Penghitungan uang pesangon juga sudah diatus dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 156 ayat 1. Cara menghitung besar uang pesangon, perusahaan pelru menentukan batas maksimal usia produktif karyawannya. Mengacu pada peraturan pemerintah, perusahaan atau tempat kerja bisa menyesuaikan besar uang pesangon berdasarkan pekerjaan.

Nah, itulah penjelasan tentang jenis-jenis tunjangan kerja karyawan dan cara menghitungnya. Informasi ini akan bermanfaat bagi Anda para pemilik usaha untuk mempertimbangkan jenis tunjangan yang perlu diberikan kepada karyawan Anda. Sedengkan manfaat bagi Anda sebagai karyawan dapat memahami jelas hak Anda di tempat kerja. Semoga bermanfaat.

Gallery for Jenis-jenis Tunjangan Kerja Karyawan dan Cara Menghitungnya